Dipolisikan lagi, Sam Aliano sindir Nikita tamu istimewa Polda Metro
Merdeka.com - Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (APMI) Sam Aliano mengaku tidak mempersoalkan artis Nikita Mirzani yang kembali melaporkannya ke Polda Metro Jaya (PMJ). Malah, ia menyebut Nikita sebagai tamu istimewa di Polda Metro Jaya.
Menurutnya, ada lima kejanggalan terkait laporan Nikita ke polisi. Pertama, tahun lalu Nikita Mirzani melaporkan lima orang, termasuk Sam. Namun, polisi hanya melakukan proses hukum terhadap Sam, tapi empat orang lainya tidak pernah diproses.
"Anehnya, dari lima terlapor, hanya saya yang diproses hukum. Sementara, 4 orang lainnya tidak ada proses hukum. Ini bukti jika penyidik tidak profesional," kata Sam Aliano di Jakarta, Jumat (24/8).
Kejanggalan kedua, akun atas nama artis Nikita Mirzani yang menghina Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan para pahlawan tidak pernah diusut pemilik aslinya. Artinya, penyidik belum mengetahui pasti oknum pemilik akun tersebut.
"Seharusnya dibuktikan dulu siapa pemilik akun tersebut. Pemiliknya Nikita atau bukan. Ini belum jelas, tapi kenapa justru saya yang diproses hukum dan jadi tersangka. Ini kan janggal dan salah besar," ujarnya.
Selanjutnya, barang bukti saat Sam berada di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) itu membenarkan, pernyataannya dalam twitter bukan menuding Nikita Mirzani. Saat ini, barang bukti tersebut sudah diserahkan ke penyidik tahun lalu. Anehnya, penyidik tidak mempertimbangkan barang bukti tersebut.
"Jika penyidik pakai barang bukti itu, saya tidak munkin jadikan tersangka. Barang bukti itu merupakan surat terbuka kepada KPI sebagai surat resmi termasuk video," jelasnya.
Lalu yang keempat, laporan masyarakat dari Sumatera Selatan atas nama Rahmat terhadap twitter Nikita, juga tidak pernah diproses oleh polisi hingga saat ini.
"Kejanggalan kelima, hari ini Pak Adi Deiyan (Dirkrimsus PMJ) menyampaikan di hadapan media bahwa Sam Aliano salah karena menghina Nikita Mirzani. Saya tanya, Pak Adi apakah bisa membuktikan saya hina Nikita Mirzani? Saya tidak pernah menghina Nikita Mirzani, saya dengan profesionalisme datang ke KPI. Itu bukan menghina," ucapnya.
Sam mengklaim dirinya tidak bersalah. Sebaliknya, Sam merasa kecewa dengan penyidik. Sekaligus sedih karena telah merugikan perusahaan dan tidak adil atas hak Sam dan hak panglima TNI Gatot Nurmantyo. Serta, hak masyarakat yang tidak terima ada seorang menghina pahlawan yang mati dengn tetes darah demi bangsa.
"Saya sempat meminta kepada Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono untuk menegur penyidik agar bekerja secara profesional."
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya