Diperiksa KPK 9 jam, sekretaris Dewi Yasin dicecar 10 pertanyaan
Merdeka.com - Setelah diperiksa lebih dari sembilan jam, sekretaris pribadi anggota DPR RI dari Fraksi Hanura Dewi Yasin Limpo, Rinelda Bandoso akhirnya keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan infrastruktur energi baru dan terbarukan Tahun Anggaran 2016, untuk Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua.
"Jadi saksi aja," ucapnya di Gedung KPK,Jakarta,Jumat,(30/10).
Ketika ditanya awak media terkait materi dan jumlah pertanyaan yang dilontarkan penyidik KPK, Rinelda hanya menjawab singkat kemudian berlalu. "Banyak-banyak sepuluh lebih," tandasnya.
Seperti diketahui, KPK menetapkan setidaknya lima orang tersangka dalam kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan infrastruktur energi baru dan terbarukan Tahun Anggaran 2016, untuk Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua. Mereka yakni anggota Komisi VII DPR dari Partai Hanura, Dewie Yasin Limpo; Staf Ahli Dewie, Bambang Wahyu Hadi; Sekretaris Pribadi Dewie, Rinelda Bandaso; Kepala Dinas ESDM Kabupaten Deiyai Provinsi Papua lranius; serta satu orang pengusaha bernama Setiadi.
Kelimanya diamankan dari hasil Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan Tim Petugas KPK di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara dan Bandara Soekarno-Hatta. Pada tangkap tangan itu, KPK menyita sejumlah dokumen dan telepon genggam serta uang sebesar SGD 177.700. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya