Diperiksa Bareskrim, Samad ungkap pertemuannya dengan Jokowi
Merdeka.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non-aktif Abraham Samad merampungkan pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan wewenang, di Bareskrim Mabes Polri. Samad diperiksa sekitar enam jam, sejak tiba di Bareskrim pukul 10.30 WIB, hingga keluar pukul 15.45 WIB.
Selama menjalani pemeriksaan, Samad mengaku diperlakukan baik oleh penyidik Bareskrim. Samad mengatakan, dirinya merasa senang ketika diperiksa oleh penyidik Bareskrim, karena pemeriksaan ini momentum berharga untuk mengklarifikasi dan membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.
"Saya senang sekali diminta untuk menghadiri pemeriksaan, klarifikasi terhadap masalah ini, karena saya menganggap justru ini akan semakin terbuka dan semakin memperlihatkan bahwa tidak ada masalah sebenarnya," ujar Samad di Mabes Polri, Jaksel, Rabu (24/6).
Selama pemeriksaan, dirinya mengakui penyidik mempertanyakan seputar pertemuan dirinya dengan Presiden Joko Widodo di Bandara Adisucipto, Jogja. Namun dirinya menjelaskan kepada penyidik, bahwa pertemuan tersebut pada dasarnya bukan tertutup melainkan terbuka dan diliput oleh awak media.
"Dipermasalahkan misalnya pertemuan saya dengan Pak Jokowi di Jogja. Itu kan kalian hadir semua wartawan. Jadi itu bukan pertemuan tertutup. Pertemuan yang terbuka untuk umum. Saya masih ingat betul rata-rata wartawan pada saat itu yang sedikit main-main ke saya pada saat itu untuk berdampingan dengan Pak Jokowi, di suruh duduk saya berdampingan dengan Pak Jokowi. Jadi ternyata enggak ada masalah," kata Samad.
Seperti diketahui, perkara ini sudah masuk tahap penyidikan, Bareskrim juga telah memeriksa sejumlah saksi. Termasuk penghuni apartemenThe Capital Residence yang tempatnya digunakan dalam pertemuan Samad dengan para petinggi PDI Perjuangan pada 2014 lalu.
Dalam kasus ini, Samad dilaporkan oleh sebuah LSM, yakni Direktur Eksekutif KPK Watch Indonesia, M Yusuf Sahide, Kamis (22/1) lalu di Bareskrim Polri. Bukti laporan tersebut tertuang dalam laporan polisi No: LP/75/1/2015/Bareskrim, tertanggal 22 Januari 2015.
Laporan berdasarkan pemberitaan di media massa dan opini di Kompasiana berjudul "Rumah Kaca Abraham Samad". Dalam atikel itu menyebutkan Abraham Samad pernah beberapa kali bertemu dengan petinggi partai PDIP dan membahas beberapa isu termasuk tawaran bantuan penanganan kasus politisi Emir Moeis yang tersandung korupsi.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya