Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dipakai Evakuasi di Wamena, Pesawat Hercules Tak Dilibatkan Dalam HUT TNI

Dipakai Evakuasi di Wamena, Pesawat Hercules Tak Dilibatkan Dalam HUT TNI Pesawat Hercules. ©2019 Merdeka.com/Ronald

Merdeka.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan dalam HUT TNI ke-74, yang akan digelar di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada 5 Oktober 2019, tak akan hadirkan Pesawat Hercules. Sebab, pesawat Hercules itu sedang digunakan untuk evakuasi warga di Papua dan mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Khusus Hercules kita nggak libatkan, hanya untuk dukung kegiatan terjun payung saja. Pesawat Hercules kita fokuskan untuk operasi kemanusiaan di Papua, dan dukung untuk membuat atau TMC, Teknologi Modifikasi Cuaca di Sumatera dan Kalimantan," kata Hadi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (30/9).

"Sampai kini pesawat Hercules terus laksanakan ops pengungsian, dari Wamena ke Jayapura, kurang lebih sudah kita angkut hampir 3.100 dan termasuk membantu bantuan kebutuhan untuk masyarakat di Wamena kurang lebih 74 ton kita kirim dari masyarakat dan CSR," sambungnya.

Dalam kericuhan di Papua, Hadi mengaku pihaknya telah membantu para pengungsi. Namun, Hadi menegaskan, kalau pengungsi diutamakan kepada ibu-ibu dan anak-anak.

"Setelah kita tampung di Jayapura dan dikoordinasikan dengan Pangdam 17 Cendrawasih, mereka akan kita bantu untuk pulang ke wilayah masing-masing. Namun dari Pangdam sampaikan bahwa untuk pengungsi yang kita utamakan ibu-ibu dan anak-anak, bapak bapak termasuk remaja kita harapkan tetap di Wamena karena diharapkan ekonomi terus berjalan," bebernya.

Selain itu, TNI juga turunkan satu unit kapal RS KRI Subarso untuk membantu masyarakat di Wamena yang mengalami patah tulang. Lebih lanjut Hadi menegaskan, TNI-Polri terus berupaya melakukan pengamanan di wilayah konflik.

"Kita tempatkan pasukan TNI untuk dukung kepolisian, TNI terus upayakan untuk menjaga dan ciptakan stabilitas keamanan di Wamena, dan 1 kapal RS KRI Subarso, dengan tenaga medisnya dengan kemampuan spesialis patah tulang, luka bakar dan luka benda tumpul, sampai saat ini sudah beberapa kali operasi, termasuk patah dari korban yang kita bawa dari Wamena dan kita turun kan menuju Jayapura," pungkasnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP