Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dinkes Sulsel Verifikasi Data Kemenkes 6 Anak Gagal Ginjal Akut dan 1 Meninggal

Dinkes Sulsel Verifikasi Data Kemenkes 6 Anak Gagal Ginjal Akut dan 1 Meninggal Ditreskrimsus Polda Sulsel Awasi Peredaran Obat Sirop Penyebab Gagal Ginjal. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan verifikasi terhadap data yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait jumlah anak yang mengalami gagal ginjal akut. Berdasarkan data Kemenkes ada enam anak mengalami gagal ginjal akut dan satu meninggal dunia.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Sulsel, Ardadi mengaku pihaknya telah mengerahkan tim untuk melakukan verifikasi dan penyelidikan epidemiologi terkait data enam anak mengalami gagal ginjal akut dan menyebabkan satu meninggal dunia.

Ardadi menyebutkan verifikasi dan penyelidikan epidemiologi tersebut merupakan perintah Kemenkes.

"Untuk itu, sementara dalam proses verifikasi dan penyelidikan epidemiologi ke beberapa rumah sakit. Kita tidak berani keluarkan data karena Kemenkes perintahkan menelusuri segera data yang 6 ini," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (22/10).

Ardadi menyebutkan nantinya tim yang dibentuk tersebut akan mengumpulkan data epidemiologi di beberapa rumah sakit (RS) di Sulsel. Hal itu dilakukan untuk memastikan kebenaran data.

"Nanti Ibu Kadis (kepala dinas) yang akan menyampaikan," ucapnya singkat.

Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Risfayanti Muin meminta kepada dinkes agar bergerak cepat dan mewaspadai terkait kasus gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak. Apalagi, kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, Kemenkes telah mengeluarkan data terkait kasus gagal ginjal akut pada anak.

"Kami berharap Dinkes Sulsel juga segera bergerak untuk mendeteksi apakah kasus ini tidak ada di Sulsel," tegasnya.

Selain deteksi kasus gagal ginjal akut, Risfayanti juga meminta Dinkes Sulsel untuk bergerak cepat terkait daftar obat yang harus ditarik berdasarkan rilis Kemenkes.

"Kemenkes sudah merilis obat yang mesti ditarik dan diwaspadai. DPRD juga akan melakukan pengawasan terhadap hal itu," tegasnya.

Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sulsel, Komisaris Besar Helmi Kwarta Rauf mengatakan pemantauan dan pengecekan tersebut, menindak lanjuti himbauan Kementerian Kesehatan (Kemenkes ) RI yang telah menyarankan untuk menghindari penggunaan obat sirup untuk anak-anak karena mengandung DIELITILEN GLIKOL maupun ETILEN, di mana diduga mengakibatkan gagal ginjal akut pada anak bahkan bisa mengakibatkan kematian.

"Berapa lokasi yang kita cek diantaranya di RS Hermina, Apotek K-24 Toddopuli, Kimia Farma," sebutnya

Alhasil, dari pengecekan tersebut, Polisi menemukan sejumlah obat sirup, diantaranya Termorex Sirup, Flurin DMP Sirup, Unibebi Cough Sirup, Unibebi Demam Sirup, Unibebi Demam Drops.

"Hanya saja, obat itu memang sudah tidak lagi dijual oleh mereka setelah adanya surat dari Kemenkes," tutupnya.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP