Din Syamsuddin menilai penganiayaan tokoh agama skenario sistemik
Merdeka.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin memperkirakan peristiwa penyerangan lambang agama yang ramai saat ini sengaja diciptakan oleh pihak tertentu. Dia berpesan, kepada umat beragama di Indonesia untuk tidak terpecah dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib.
"Saya tidak punya data, tapi saya kira seperti itu yang terjadi," kata Din di Masjid Al-Azhom Tangerang, Jumat (23/2).
Menurut Din, peristiwa penyerangan terhadap lambang agama yang dilakukan orang gila dan pelaku lain di sejumlah tempat ibadah sengaja dirancang dengan skenario yang matang untuk menciptakan kekacauan kehidupan masyarakat. Dia menilai, aksi itu agar terjadi benturan antar umat beragama.
"Menariknya pelaku yang melakukan adalah orang gila. Hebat sekali ya, orang gila bisa mengetahui dan berhubungan dengan calon korbannya," ujar Din.
Atas peristiwa itu, dia meminta umat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing dengan segala provokasi dan rekayasa yang menurutnya dirancang untuk mengadu domba masyarakat.
Dia pun mendesak Polri untuk segera bertindak dengan segera mengungkap kejadian perusakan dan penyerangan terhadap tokoh agama itu.
"Kabareskrim dalam rapat MUI lalu berjanji dalam dua minggu ini, kita serahkan kepada kepolisian juga agar jangan berlama-lama. Kalau samapai lama bisa timbulkan dampak buruk, Presiden juga sudah perintahkan usut tuntas juga kawal dan menjaga umat beragama terutama para ulama," kata Din.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya