Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Din Syamsuddin imbau pemerintah pinjamkan pulau buat kaum Rohingya

Din Syamsuddin imbau pemerintah pinjamkan pulau buat kaum Rohingya Pengungsi Rohingya belajar. ©2015 merdeka.com/afif

Merdeka.com - Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, meminta pemerintah Indonesia mau berbaik hati meminjamkan sebuah pulau buat menampung sementara para pengungsi muslim Rohingya. Menurut dia, hal itu bisa dilakukan mengingat di tanah air tersebar 17 ribu pulau dan hanya setengahnya yang dihuni.

Din mengatakan, dia menyarankan hal itu karena berkaca dari Pancasila. Menurut dia, dasar negara itu mengajarkan bangsa ini rendah hati dan bersedia membantu bangsa lain bila sedang tertindas.

"Menurut Pancasila, dalam sila kemanusiaan yang adil dan beradab, pemerintah Indonesia harus menerima, menyantuninya, melayani, dan membantu. Perlu sediakan pulau khusus kalau perlu. Indonesia ada 17 ribu pulau, hanya 50 persen dihuni," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu usai menghadiri Asian Conference of Religions for Peace di Gedung Merdeka, Bandung, Rabu (3/6).

Din memberikan sedikit kilas balik. Di masa lalu, lanjut dia, Indonesia juga pernah membantu para pengungsi asing dengan meminjamkan sebuah pulau buat dihuni sementara. Yakni bagi imigran korban perang Vietnam. Saat itu mereka ditempatkan di Pulau Galang, Batam. Selama 18 tahun, orang-orang Vietnam terpaksa angkat kaki karena konflik bersenjata di negara mereka dan menetap sementara di sana, sebelum akhirnya Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa bagi Pengungsi (UNHCR) memutuskan memindahkan mereka ke negara lain.

"Dulu dipinjamkan untuk pengungsi Vietnam di pulau Galang, baru diurus masalahnya di negara asal," ujar Din.

Menurut Din, etnis Rohingya saat ini dalam keadaan tertindas dan mengalami diskriminasi di negara asal mereka, Myanmar.‎

"Ini harus selesai. Maka negara ASEAN, khususnya Indonesia, harus mendesak Myanmar itu harus memberi pengakuan untuk mengakui mereka," lanjut Din.‎

Din mengatakan, telah mendesak perwakilan Myanmar menuntaskan masalah diskriminasi kaum Rohingya.

"Kebetulan hari ini juga tokoh agama muslim dan Buddha Myanmar. Kita ingin terlibat aksi kemanusiaan. Saya kira enggak ada cara lain, harus tekan terus Myanmar, karena mereka negara di ASEAN juga," ucap Din.‎ (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP