Din Syamsuddin baca puisi di hari lahir Pancasila
Merdeka.com - Dalam negara Pancasila tidak boleh ada pihak yang memantik percikan api keserakahan. Seperti dalam wajah monopoli, inginnya menang sendiri.
"Tidak ada boleh ada pihak yang memantik percikan api keserakahan, kezaliman dan kekerasan," kata Ketua PP Muhamadiyah Din Syamsuddin pada pidatonya di acara memperingati hari lahir Pancasila di MPR, Jakarta, Jumat (1/6).
Din menambahkan, tidak boleh ada orang-orang menebar virus-virus kemungkaran dan kemaksiatan. Korupsi, kolusi, Nepotisme dan sikap-sikap manipulatif, eksploitatif dan destruktif harus dihilangkan.
Dia mengimbau sebagai negara Pancasila perlu dijadikan sebagai rumah besar bangsa, tempat seluruh elemen dan komponen bangsa hidup bersama dalam suasa penuh ketenangan, kerukunan dan kebersamaan. "Segenap penghuni rumah bersedia hidup berdampingan secara damai," tandasnya.
Jika semua itu dilakukan, semua dapat membina hidup berumah tangga dalam gairah meraih sakinah, mawaddah wa rahmah kebangsaan. "Mereka bersama menjadikan rumah besar itu rumah kita surga kita," katanya.
Sebelum menyampaikan pidato, Din sempat membacakan puisi yang berisikan sebagai berikut:
Aku lahir disini, kau lahir di sini
Kita hadir bersama di negeri ini
Di negeri ini aku dan kau bersatu menjadi kita
Satu keluarga yang menikmati indahnya rumah kita, surga kita. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya