Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Din minta Muktamar Muhammadiyah & Aisyiyah jangan sampai ricuh

Din minta Muktamar Muhammadiyah & Aisyiyah jangan sampai ricuh Din Syamsudin. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta muktamar ke-47 berlangsung dengan suasana kekeluargaan. Dirinya melarang ada kericuhan dan perebutan posisi Pengurus Pusat Muhammadiyah yang berlebihan.

"Saya berpesan agar Muktamar Muhammadiyah ke-47 dan Muktamar Sebad Aisyiyah kita jadikan muktamar yang berkualitas, elegan dan bermartabat. Saling menukar pikiran, padangan dan pengalaman berdasarkan ukhuwah Islamniyah," kata Din di Lapangan Karebosi, Makassar, Senin (3/8).

Menurutnya, jika itu terwujud maka Muktamar Muhammadiyah akan menjadi contoh bagi ormas lainnya. Organisasi keagamaan tidak boleh berebut jabatan dengan cara politik praktis.

"Jadikan ini muktamar teladan bagi bangsa dan dunia," terang dia.

Masih kata dia, Islam tidak boleh dikecilkan dengan predikat-predikat tertentu. Lewat Islam berkemajuan yang diusung Muhammadiyah diharapkan menjadi solusi umat Islam.

"Islam yang sangat luar tidak dapat direduksi predikat-predikat tertentu. Dengan Islam berkemajuan kita menjadi umat Islam yang berkemajuan," pungkas dia.

Seperti diketahui, Sidang Pleno Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) Minggu (02/08) malam, sekitar pukul 23.00 WIB, diskorsing. Penghentian sidang dilakukan karena terjadi kericuhan. Ada insiden saling dorong antarpeserta Muktamar yang rata-rata kiai itu.

Kericuhan terjadi ketika sidang membahas draf Tatib Pasal 19 BAB VII tentang Sistem Pemilihan Rois Aam dan Ketua Umum, yang sejak awal menjadi biang perdebatan. Akhirnya Ketua Sidang Slamet Effendy Yusuf menskors agenda sidang. Sidang dilanjutkan siang ini.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP