Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dimotori FPI, massa ormas Islam Jateng ikut aksi 11-2 di Jakarta

Dimotori FPI, massa ormas Islam Jateng ikut aksi 11-2 di Jakarta Aksi Damai 212. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Ribuan ormas Islam Jawa Tengah (Jateng) dimotori oleh Front Pembela Islam (FPI) berbondong-bondong akan ke Jakarta mengikuti aksi damai Sabtu (11/2) atau yang disebut 11-2 yang dipusatkan di Silang Monas, Jakarta Pusat. Ribuan massa ormas itu berasal dari Kota Semarang, Kabupaten Tegal, Kabupaten Rembang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purwokerto, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Kendal, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo hingga Kabupaten Blora.

"Dari Jawa Tengah, yang berangkat menggunakan 250 kendaraan pribadi. Kita minta jangan sampai dicegat polisi lagi seperti tahun lalu," kata Ketua Tim Advokasi FPI Jateng, Zaenal Abidin Petir kepada merdeka.com Jumat (11/2).

Zaenal mengatakan, jika sebagian dari anggota dan simpatisan ormas Islam ini sudah berangkat ke Jakarta naik kereta, pesawat dan mobil pribadi. "Untuk beberapa kelompok lainnya baru bertolak Jumat hari ini. Aksi ini dilakukan untuk menyatukan visi umat Islam yang memprotes kegaduhan politik yang dilakukan oleh saudara Ahok," terangnya.

Zaenal menuding Ahok telah berulang kali memantik reaksi keras dari umat Islam karena berbagai pernyataannya di sidang penistaan agama, termasuk memojokkan Ketua GNPF MUI, Ma'aruf Amin. "Langkah ini sekaligus juga untuk menyikapi kegaduhan politik akibat kasus penistaan agama yang dilakukan Gubernur Nonaktif DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok," katanya.

Menurut Zaenal, pola mobilisasi massa yang dilakukan FPI saat ini cenderung berbeda dengan apa yang telah dilakukan pada 2 Desember tahun lalu. "Bila tahun lalu pengerahan massa dilakukan secara terbuka, maka saat ini dilakukan secara lebih tertutup," ujarnya.

Zaenal menambahkan jika ada ribuan orang yang diberangkatkan ke ibu kota negara dan itu dilakukan dengan senyap serta sporadis agar tak lagi terdeteksi oleh acara kepolisian di jalan raya. "Kita pastikan ada ribuan orang, kita tidak mau menyebut secara spesifik karena berdasarkan pengalaman saat unjuk rasa 2-12 kemarin, kelompok-kelompok yang kita organisir justru dicegati oleh polisi. Kita menghindari hal tersebut terulang kembali," ungkapnya.

Pengerahan massa dengan pola senyap tersebut, menurut Zaenal merupakan instruksi langsung dari pucuk pimpinan FPI yang ada di Jakarta. Soal isu FPI akan menggelar demonstrasi seperti aksi 2-12, Zaenal dengan tegas membantahnya. "Cuma aksi damai dengan berjalan kaki dari Lapangan Silang Monas menuju bundaran Hotel Indonesia. Tujuan kita hanya satu yaitu mengumpulkan semua ormas untuk bersatu menyikapi kegaduhan politik yang terjadi belakangan ini," tuturnya.

Zaenal juga berdalih tak hanya FPI saja yang mengadakan aksi damai yang disebut-sebut sebagai gerakan 11-2 tersebut. Sebab, seluruh perwakilan ormas juga akan bergabung di Monas, dengan identitas hampir mirip dengan peserta aksi 2-12.

"Perwakilan-perwakilan dari ormas Islam lainnya akan gabung dengan kita, pokoknya kita enggak lakukan demo, yang ada nanti cuma acara jalan sehat," kilahnya.

Zaenal menyeselkan tuduhan polisi jika aksi 11-2 merupakan sesuatu yang bisa melanggar hukum dan berakibat pada kericuhan. "Tanggal 11 Februari kan hari terakhir berkampanye sebelum memasuki masa tenang pada 12-14 Februari mendatang," pungkasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP