Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dilatih ala Militer, Terduga Teroris di Sulsel Rencanakan Penyerangan Aparat

Dilatih ala Militer, Terduga Teroris di Sulsel Rencanakan Penyerangan Aparat Polisi beberkan barang bukti terkait penangkapan teroris di Sulsel. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di Sulawesi Selatan (Sulsel), merencanakan sejumlah penyerangan terhadap aparat. Pimpinan kelompok tersebut, Basri, diketahui berafiliasi dengan ISIS dan ditangkap Densus 88 tahun 2015. Dia meninggal dunia di Lapas Nusakambangan.

"Penangkapan terduga teroris di wilayah Sulsel ini adalah kelanjutan dari operasi pasca penangkapan Basri, yang berkegiatan mengumpulkan pemuda dari berbagai daerah untuk rencana-rencana penyerangan ke aparat dan pihak-pihak yang menurut mereka tidak sepaham atau tidak sejalan dengan ideologinya," kata Analis Kebijakan Utama Bidang Intelijen Densus 88 Antiteror Polri, Brigjen Polisi Ibnu Suhendra saat konferensi pers bersama Kapolda Sulsel Irjen Polisi Merdysam di aula Mappaouddang, Mapolda Sulsel, Kamis (7/1).

Para pemuda yang dikumpulkan itu antara lain berasal Poso Provinsi Sulawesi Tengah, Bima Provinsi NTB, Sulsel dan Sulbar. Pemuda-pemuda ini menerima doktrin dan latihan militer.

Sebagai persiapan untuk lakukan rencana-rencana penyerangan itu, lanjutnya, mereka lakukan latihan menembak dan naik gunung.

"Belum kita tahu sasarannya apa, tapi niatnya akan lakukan amaliyah bunuh diri namun berhasil kita cegah," kata Ibnu.

Dijelaskan juga, 20 orang terduga teroris itu aktif latihan menembak dan naik gunung sejak Oktober 2020. Namun Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi E Zulpan enggan menjelaskan secara rinci.

"Iya ada lokasi latihannya di hutan tapi tidak usah saya sebut di mana," kata E Zulpan.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP