Dikepung asap, ribuan warga Palembang gelar salat minta hujan
Merdeka.com - Di tengah kepungan kabut asap, ribuan warga Palembang melaksanakan salat istisqa. Harapannya, hujan segera turun dan memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Sumsel.
Salat istisqa tersebut dipimpin imam besar Masjid Agung Palembang, KH Nawawi Dencik di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (15/9). Terpantau sebagian besar jamaah mengenakan masker. Sebab, kabut asap nampak tebal dan tercium bau menyengat.
Sekretaris Daerah Sumsel Mukti Sulaiman mengungkapkan, salat istisqa dilakukan karena kondisi cuaca di provinsi itu semakin parah. Ditambah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan membuat kualitas udara memasuki level berbahaya alias tidak sehat.
"Kita berdoa agar musim kemarau segera berakhir dan kondisi kembali normal," ungkap Mukti, Selasa (15/9).
Menurut dia, sejauh ini banyak langkah yang dilakukan dalam upaya pemadaman api. Di antaranya hujan buatan, water booming, pemadaman darat, dan yang terbaru pengerahan seribu personel TNI/Polri dari Jakarta untuk turun langsung memadamkan api di wilayah itu.
"Semuanya sudah maksimal. Tapi semua itu atas kehendak Allah," ujarnya.
Sementara itu, dalam khutbah yang disampaikan H Abdul Rahman Ramli, mengajak warga Sumsel selalu memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujannya di Bumi Sriwijaya. Juga melakukan intropeksi diri terhadap apa yang diperbuat mengisi hidup di dunia ini.
"Ini adalah musibah dari Allah karena ulah kita sendiri. Jaga alam ini sebaik-baiknya dan akhirnya alam juga menjaga umat manusia," tegasnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya