Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dikenal cerdas, IPK mahasiswa IPB Sahri Maida 3.83

Dikenal cerdas, IPK mahasiswa IPB Sahri Maida 3.83 RS tempat Sahri dirawat. merdeka.com/arbi sumandoyo

Merdeka.com - Korban kecelakaan Avanza, Sahri Maida dikenal sebagai anak yang baik dan mandiri oleh pihak keluarga. Sahri bahkan dikenal sebagai anak yang pintar, hal ini terlihat dari IPK terakhir yang didapatkannya di Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Ia anak yang baik, pintar dan mandiri. Semenjak saya sekolahkan di Padang Sidempuan, ia masuk IPB dengan jalur undangan. Nilai kuliahnya sangat memuaskan, terakhir IPK-nya 3.83," kata ayah Sahri, Sapnir Rasyid Sinaga, kepada merdeka.com, Senin (26/3).

Menurut dia, Sahri yang saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Family Medical Center itu sudah merantau sejak duduk di bangku sekolah menengah umum (SMU). Saat itu Sahri dikirim ke Padang Sidempuan untuk sekolah.

"Ia dulu saya rantaukan ke Padang Sidempuan untuk sekolah SMU," kata dia.

Saat ini, dia berharap anak yang dicintainya itu segera sembuh dan bisa kembali menjalani aktifitasnya.

"Saya berharap Sahri lekas sembuh," kata dia.

Sahri Maida adalah salah satu korban tabrakan Avanza yang berisikan delapan mahasiswa IPB. Sahri harus menjalani operasi di bagian kepalanya akibat benturan keras dalam kecelakaan itu.

Avanza yang berisi delapan mahasiswa IPB itu menabrak Truk Nissan Tronton nomor polisi B-9029-PQA, Minggu (26/3).

Sahri dinyatakan koma oleh pihak Rumah Sakit Family Medical Center Bogor akibat benturan di bagian kepala saat terjadinya tabrakan. Sampai saat ini, Sahri bersama satu orang temannya masih mendapatkan perawatan di ruang HCU rumah sakit tersebut. Sedangkan kedua temannya Widya dan Lauren, masih mendapatkan perawatan di ruang Topas dan VIP lantai 2 RS itu. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP