Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dikejar polisi saat bawa ribuan ekstasi, Isnawati jatuh dari motor

Dikejar polisi saat bawa ribuan ekstasi, Isnawati jatuh dari motor Ilustrasi Narkoba. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Isnawati (27), warga Jalan Cendana, Samarinda, Kalimantan Timur, diringkus satuan reserse narkoba (Reskoba) Polresta Samarinda. Dari tangannya, polisi menyita 2.328 butir ekstasi.

Pemesannya diduga warga binaan Rutan Kelas IIA Sempaja, di Jalan KH Wahid Hasyim, Samarinda. Isnawati ditangkap Rabu (20/4) siang kemarin. Awalnya, petugas mengendus rencana peredaran seribu butir ekstasi, dilakukan seorang kurir wanita. Begitu memastikan ciri-cirinya, Isnawati lantas dikejar saat melintas di Jalan Slamet Riyadi, Karang Asam.

Saat itu, Isnawati terjatuh dari sepeda motornya. Petugas lantas mengamankan dia, beserta tas plastik dia bawa di sepeda motornya.

"Setelah kita periksa, ternyata lebih dari seribu butir. Jumlah semuanya 2.328 butir, seberat 702,3 gram. Nilainya Rp 698 juta," kata Kasat Reskoba Polresta Samarinda, Kompol Belny Warlansyah, kepada merdeka.com, Kamis (21/4).

Isnawati yang tidak punya pekerjaan tetap itu dikabarkan mendapatkan ekstasi dari seorang warga Samarinda, yang masuk dalam jaringan peredaran narkoba kecamatan Sungai Kunjang, juga di Samarinda. Pemasok ekstasi itu kini diburu polisi.

"Pemesannya, pengendalinya, sementara ini diduga dari salah seorang warga binaan di Rutan kelas IIA Sempaja Samarinda," ujar Belny.

Isnawati kini meringkuk di sel tahanan sementara Polresta Samarinda, Jalan Slamet Riyadi. Selain mengamankan ribuan butir ekstasi, kepolisian juga menyita telepon selulernya.

"Dia memiliki, menyimpan dan membawa narkoba. Semua pasal diterapkan ke dia (Isnawati) mengacu Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika," tutup Belny. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP