Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dijanjikan kerja di Chevron, 35 warga tertipu ratusan juta rupiah

Dijanjikan kerja di Chevron, 35 warga tertipu ratusan juta rupiah Ilustrasi Penipuan. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Merdeka.com - Sekitar 35 warga Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Riau menjadi korban penipuan bermodus janjikan pekerjaan. Setiap korban dipungut uang pelicin hingga Rp 10 juta oleh dua orang pria bernama Anggi dan Anto.

Setelah uang diserahkan, pekerjaan pengeboran di sebuah perusahaan minyak di PT Harma Contraktor Indonesia sub kontraktor PT Chevron Pacifik Indonesia (CPI) di Duri Kabupaten Bengkalis yang dijanjikan kedua pelaku tak kunjung diterima.

Merasa ditipu, puluhan orang yang menjadi korban melapor ke SPKT Polda Riau, Senin (12/10).

"Tadi kami sudah melaporkan dua orang tersebut ke SPKT. Namun karena banyak yang ingin melapor, pihak SPKT meminta kami mewakilkan atau mengkuasakan ke satu orang saja, yang lainnya menjadi saksi," ungkap Jefry, warga Jalan Yos Sudarso yang juga menjadi korban.

Saat ini, Jefry dan teman-temannya sedang mengkoordinasikan dan menunjuk siapa yang akan menjadi perwakilan. Selanjutnya mereka akan membuat laporan secara resmi, supaya kasus ini diproses.

"Paling tidak, dua orang yang akan dilaporkan untuk ditangkap," kata Jefry.

Jefry menyebutkan, kejadian bermula sewaktu dia dan temannya di daerah tersebut berkenalan dengan Anggi. Pria ini mengaku sebagai Manajer Operasional PT Harma Contraktor Indonesia (HCI).

"Anggi ini kemudian menawarkan pekerjaan pengeboran di PT Chevron. Anggi menyebut Pt HCI merupakan merupakan sub kontraktor perusahaan tersebut," terang Jefry,

Jefry dan kawan-kawanya percaya setelah Ketua Karang Taruna Kecamatan Rumbai bernama Anto, menyakinkan mereka. Anto mengaku sudah lama mengenal Anggi sebagai Manager Operasional (MO) di PT HCI.

"Makanya kami percaya. Kemudian setiap orang, termasuk saya dimintai uang. Uang itu kami setorkan kepada Anggi dan Anto. Kata keduanya, kami sudah bisa bekerja pertengahan Agustus kemarin. Kalau ditotal, uang yang kami serahkan itu bernilai ratusan juta," kata Jefry diikuti anggukan puluhan temannya.

Seiring berjalannya waktu, pekerjaan yang ditawarkan tadi tak kunjung terwujud. Jefry dan kawan-kawannya mendatangi Anto untuk mempertanyakan pekerjaan yang dijanjikan.

"Kepada saya dan yang lain-lain, Anto kemudian kembali mengumbar janji dan meminta kami bersabar. Sementara Anggi sendiri tak bisa ditemui. Karena lelah menunggu, akhirnya kami muak dan ingin melaporkan keduanya," tegas Jefry.

Dalam laporannya nanti, Jefry dan kawan-kawan akan melampirkan beberapa kwitansi dan surat perjanjian pekerjaan sebagai bukti. Kalaupun uangnya tak kembali, mereka berharap Anggi dan Anto diproses.

"Kami juga melapor ke sini setelah sebuah koran memuat pernyataan petinggi PT HCI yang menyebut Anggi bukanlah karyawannya. Dengan ini, kami menjadi yakin telah terjadi penipuan," pungkas Jefry. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP