Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diiming-imingi uang, siswa SD di Sumut jadi pemuas napsu waria

Diiming-imingi uang, siswa SD di Sumut jadi pemuas napsu waria Ilustrasi Pelecehan Seksual Anak. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang waria, Wage (43), diringkus Polres Labuhan Batu, Sumatera Utara. Warga Desa Sidua-dua, Kecamatan Kualuh Selatan, Labuhan Batu Utara (Labura) ini masuk bui karena mencabuli AS (12) tetangganya yang masih duduk di bangku SD.

Informasi dihimpun, pada Senin (14/3), didampingi keluarga AS mengadukan Wage ke Polres Labuhan Batu, akhir pekan lalu.

AS mengaku dicabuli Wage sejak sembilan bulan lalu. Pelaku sebenarnya berjenis kelamin pria. Namun sehari-hari dia berperilaku seperti wanita. Dia bahkan kerap mengenakan daster.

Korban mengaku awalnya diiming-imingi uang. Syaratnya dia harus memijat Wage. Dia bahkan diminta menyentuh alat vital wanita jadi-jadian itu. Bahkan, belakangan, AS dipaksa menyodominya. "Setelah melakukan saya dikasih uang," kata AS.

Kejahatan Wage terbongkar setelah AS mengeluh kesakitan saat buang air kecil. Dia pun berterus terang pada keluarganya, sehingga kasus itu dilaporkan ke Polres Labuhan Batu.

Mendapat laporan, polisi langsung melakukan penangkapan terhadap Wage. Waria ini mengaku hanya dua mencabuli AS tanpa paksaan dan iming-iming uang.

"Cuma dua kali. Awalnya saya pegang-pegang kemaluannya," aku Wage.

Wage harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia kini mendekam di sel tahanan Polres Labuhan Batu.

Polisi menjeratnya dengan Pasal 76 UU Nomo 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No 35 Tahun 2014.

"Dari pemeriksaan kita, tersangka memang beberapa kali meminta korban untuk melakukan hubungan," kata Wakapolres Labuhan Batu Kompol Risya Mustario.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP