Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dihantam tongkang batubara, konstruksi Jembatan Mahakam dihitung ulang

Dihantam tongkang batubara, konstruksi Jembatan Mahakam dihitung ulang Tongkang penabrak tiang jembatan Mahakam diamankan polisi. ©2018 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengkaji ulang kekuatan konstruksi Jembatan Mahakam di Samarinda, usai ditabrak tongkang bermuatan 8.000 matriks ton batubara, Minggu (29/4) lalu. Sementara ini, jembatan masih bisa dilalui kendaraan, sebatas motor dan mobil.

"Sampai hari ini, masih normal ya, tidak ada penutupan keluar masuk jembatan bagi kendaraan khusus motor dan mobil," kata Wakasat Lantas Polresta Samarinda AKP Dika Yosep Anggara, kepada merdeka.com, Selasa (1/5).

Untuk kendaraan besar, menurut Dika, masih harus melalui Jembatan Mahakam Ulu. "Belum ada larangan tertulis dari dinas terkait. Kalau dilarang, kita sudah tutup dari kemarin. Kalau memang berisiko bagi jembatan, kita lakukan penutupan jalan lewat jembatan," ujar Dika.

Sementara, tim teknis Kementerian PUPR, kini berada di Samarinda, untuk melakukan kajian ulang kekuatan konstruksi, usai fender dan tiang beton ditabrak tongkang muatan batubara.

"Kami tunggu tim itu, yang tahu persis terhadap kajian ulang pascatabrakan kemarin. Soal perencanaan, perawatan, peningkatan maupun perbaikan, itu di kementerian PUPR," kata Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kalimantan Timur, Joko Setiono.

Joko menyebut dia sudah berkoodinasi dengan banyak pihak, diantaranya KSOP Samarinda. "KSOP secara selektif untuk melakukan peningkatan pemanduan ponton batubara yang melintas di kolong jembatan," ujar Joko.

Selain itu, Joko juga memastikan telah mengupayakan kepada kementerian PUPR, agar bisa melakukan pengerjaan fender atau pelindung jembatan. "Kami juga usahakan ke Balai Jalan Nasional XII, agar pada perubahan 2018 melalui APBN untuk segera dilakukan pengerjaan fender," terangnya.

"Jadi melihat konstruksi (jembatan) itu apakah masih layak atau tidak, belum bisa berandai-andai dulu karena ada hitung-hitungannya," demikian Joko.

Diketahui, insiden tongkang batubara menabrak konstruksi jembatan Mahakam di sungai Mahakam Samarinda, Kalimantan Timur, kembali terjadi, Minggu (29/4). Tongkang Bahari Perdana 018 bermuatan 8.000 matriks ton yang ditarik tugboat Bahari Perdana XVIII, menabrak fender dan tiang jembatan. Diduga akibat hantaman angin kencang di perairan sungai.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP