Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dihambat makan siang, karyawan Blok Cepu emosi bakar mobil

Dihambat makan siang, karyawan Blok Cepu emosi bakar mobil Ilustrasi mobil terbakar. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kapolres Bojonegoro, Jawa Timur, AKBP Hendri Fiuser mengatakan kerusuhan di proyek minyak Blok Cepu, di Kecamatan Gayam telah diamankan. Menurut dia, beberapa karyawan yang bertindak anarkis dengan merusak beberapa fasilitas kantor lantaran tidak diizinkan makan siang pun sudah dikendalikan.

"Karyawan yang bertindak anarkis sudah bisa dikendalikan. Mereka bertindak anarkis, disebabkan marah tidak bisa keluar dari lokasi tempat bekerja untuk makan siang," kata Fiuser seperti dilansir antara, Sabtu (1/8).

Dia menjelaskan keributan di lokasi terjadi sekitar pukul 12.00 WIB sampai dengan 12.30 WIB. Kejadian itu bermula saat karyawan memasuki jam istirahat dan ingin makan siang.

Namun, pada hari itu karyawan terpaksa harus mengantre karena perusahaan hanya menyediakan dua pintu untuk karyawan. Berbeda dari hari biasanya di mana perusahaan membukakan lima pintu untuk karyawan yang ingin menjalankan jam makan siang.

"Perubahan pintu keluar dari lima pintu menjadi dua pintu, karena kebijakan manajemen," jelasnya.

Sehingga, karyawan minyak Blok Cepu yang terlalu lama menunggu pun bersitegang dengan petugas keamanan setempat. Bahkan, karyawan melampiaskan kemarahannya dengan merusak mobil dan kantor.

"Ribuan karyawan yang lama menunggu keluar, akhirnya marah dan merusak mobil dan kantor di proyek minyak Blok Cepu," ungkapnya.

Bupati Bojonegoro, Suyoto membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya peristiwa itu dipicu oleh kebijakan manajemen yang mengakibatkan ribuan karyawan sulit keluar untuk makan siang.

"Ada satu mobil yang dibakar, tapi kalau kantor tidak dibakar. Kami masih belum tahu penyebab pastinya yang mengubah kebijakan soal pintu keluar. Yang jelas, ketika itu karyawan yang marah mencari petugas PT Tripatra, yang mengerjakan proyek minyak Blok Cepu," ujar Suyoto.

Oleh karenanya, Suyoto mengatakan akan mengundang kedua belah pihak yaitu ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan PT Tripatra, untuk membahas permasalahan yang terjadi. Hal itu dilakukan agar kondisi di lokasi proyek minyak Blok Cepu bisa kembali normal.

"Saat ini ribuan pekerja proyek minyak Blok Cepu diliburkan," pungkasnya. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP