Diguyur hujan, tebing setinggi 8 meter di puncak longsor
Merdeka.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor, khususnya di kawasan Puncak, tidak hanya menyebabkan volume air sungai Ciliwung meningkat, tapi juga membuat tebing setinggi 8 meter longsor. Longsor tersebut terjadi di Riung Gunung, Kampung Naringgul, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Akibatnya arus lalu lintas menuju Puncak maupun sebaliknya terganggu, sehingga arus kendaraan dilakukan secara bergantian.
"Hanya tebing yang ambrol di Jalan Raya Puncak, tak ada korban jiwa tapi arus lalu lintas masih terganggu oleh timbunan tanah dan batu," kata Kepala Seksi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Budi Aksomo, Selasa (21/01).
Topik pilihan: Banjir Jakarta | Banjir Manado
Lebih lanjut dia mengatakan tebing tersebut longsor sekitar pukul 08.00 WIB, saat hujan deras yang mengguyur Puncak tak kunjung reda. "Selain longsor yang menutup sebagian badan jalan, di Desa Tugu Utara juga ada pemukiman warga yang rusak diterjang longsor dan tidak ada korban jiwa," katanya.
Tak hanya itu, sebanyak tiga kios di pasar Cisarua, Kabupaten Bogor juga mengalami rusak parah setelah banjir bandang dari aliran kali Cisarua, yang merupakan anak sungai Ciliwung menerjangnya pada Selasa (21/01) pukul 04.30 wib.
Kios yang rusak adalah milik Jekrem yang menjual ikan asin, toko sepatu Putri dan kios ayam milik H Nana. "Kejadiannya tadi subuh, pas hujan deras. Air Kali Cisarua meluap dan menerjang kios sampai rusak," kata Majid warga sekitar.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya