Diguyur hujan saban hari, Kota Samarinda selalu banjir campur lumpur
Merdeka.com - Kota Samarinda, Kalimantan Timur, kembali diguyur hujan, Jumat (15/4), sejak pukul 09.00 WITA. Banjir kembali merendam sejumlah kawasan.
Kawasan titik banjir baru dengan ketinggian hingga 50 sentimeter pun terus bertambah. Air banjir bercampur lumpur kembali merendam rumah warga dan jalan di kawasan simpang empat, Jalan KH Wahid Hasyim. Kawasan itu memang kerap terendam banjir bercampur lumpur. Limpahan air dari area pembukaan lahan di Jalan AW Syachranie dan kawasan Bengkuring, menumpuk di Jalan KH Wahid Hasyim.
"Kan baru ada pengerjaan gorong-gorong dari PU provinsi Kaltim ya. Tapi ya tetap banjir. Soalnya, di hulu lahan masih dikupas, air turun ke sini (simpang empat Jalan KH Wahid Hasyim)," kata Ferdianto, warga Jalan KH Wahid Hasyim, kepada merdeka.com, Jumat (15/4) sore.
Banjir juga merendam kawasan Bukuan, Kecamatan Palaran. Banjir kali ini, pertama kalinya merendam rumah warga di Bukuan, pascahujan deras mengguyur sebelumnya.
"Biasanya banjir di bagian depan saja. Ini kok masuk sekarang banjir masuk ke dalam rumah. Banjir ini semakin parah, mas. Bukannya bisa diminimalisir, tapi makin parah," ujar warga Bukuan, Sugi.
Pemkot Samarinda memiliki alat pengeruk lumpur sungai, Watermaster, seharga Rp 14 miliar dibeli pada 2014 lalu. Namun sayang, pemanfaatannya buat pengerukan sungai tidak maksimal. Setahun terakhir ini, alat itu lebih sering mangkrak.
"Coba lihat, alat Watermaster itu mahal-mahal dibeli. Nilainya Rp 14 miliar lagi dari APBD Samarinda. Tapi lebih sering tidak beroperasi kan? Jadinya sia-sia," ujar Diana, warga Jalan Batu Alam Permai.
Kepala BMKG Stasiun Temindung Samarinda-Wilayah III, Sutrisno mengatakan, tiga hari terakhir, Samarinda memang terus diguyur hujan. Curah hujan tertinggi tercatat pada Rabu (13/4) lalu, mencapai 118 milimeter. Sehari kemudian, tercatat 21 milimeter.
"Hari ini, 11 milimeter. Yang dikatakan ekstrem itu apabila dalam satu jam, curah hujan lebih dari 20 milimeter. Dalam pekan-pekan ini, potensi hujan akan terus terjadi pada pagi hari atau siang menjelang sore. Potensi hujan ekstrim juga tetap ada hingga Mei 2016 nanti," kata Sutrisno. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya