Diguyur hujan deras jelang berbuka puasa, Samarinda dikepung banjir
Merdeka.com - Kota Samarinda, Kalimantan Timur, kembali dikepung banjir, pascahujan deras yang mengguyur selama 3 jam dari jam 14.00 WITA siang. Kemacetan arus kendaraan jelang berbuka puasa pun tak terelakkan.
Pantauan merdeka.com mulai pukul 17.30 WITA sore, kawasan simpang empat Mall Lembuswana, terendam banjir hingga 40 sentimeter. Pun demikian kawasan Jalan Mayjen Sutoyo eks Jalan Remaja, banjir mencapai ketinggian 50 sentimeter.
Tak kalah parah, banjir kembali merendam ruas jalan luar kota mengarah ke kota Bontang dan Muara Badak, Kutai Kartanegara. Belasan kendaraan roda empat dan roda dua, mati mesin gara-gara nekat menerobos banjir. Akibatnya, ruas Jalan DI Panjaitan mengarah ke luar kota pun lumpuh.
Permukiman warga di Jalan KH Wahid Hasyim, Sempaja Selatan, juga direndam banjir bercampur lumpur. Air banjir berwarna kecokelatan, menerjang rumah mereka kesekian kalinya. Warga pun terpaksa memblokir ruas jalan itu lantaran banjir hingga 70 sentimeter.
"Tidak ada urusan dengan pemerintah. Mau Pemkot, mau Pemprov Kaltim, tidak ada yang beres tangani banjir. Paling tidak, diminimalisir. Tapi ini semakin banjir, semakin parah," kata Saiful, warga Jalan KH Wahid Hasyim, kepada merdeka.com di lokasi.
Banjir juga merendam sejumlah kantor, seperti posko pemadam kebakaran Sempaja, Puskesmas Sempaja hingga Mapolsekta Samarinda Utara, di Jalan DI Panjaitan. Rumah warga di Jalan Pramuka pun ikut terendam banjir.
"Ini banjir benar-benar bercampur lumpur. Banyak buka lahan di Samarinda Utara, imbasnya ya begini. Cepat banjir," keluh Sani, warga Jalan DI Panjaitan.
Sejumlah ruas jalan pun dibuat macet panjang antrean kendaraan. Apalagi menjelang waktu menjelang berbuka puasa pukul 18.16 WITA, warga tengah ramai membeli takjil. Tidak sedikit pengguna kendaraan terpaksa berbuka puasa di tengah jalan, lantaran macet berkepanjangan hingga berbuka puasa tiba.
"Saya nggak bisa berbuka puasa bareng keluarga di Jalan PM Noor karena saya tidak bisa lewat di Jalan DI Panjaitan. Semakin hari, semakin parah banjirnya. Nyaris tidak ada yang bisa diperbuat Pemkot Samarinda, ataupun Pemprov Kaltim," keluh Nasuha, saat ditemui di kawasan Jalan DI Panjaitan.
Hingga pukul 18.30 WITA, ketinggian air banjir terus merangkak naik. Usai berbuka puasa, semestinya arus kendaraan mulai terurai. Namun faktanya, kemacetan akibat banjir semakin parah.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya