Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diguncang isu kunci bocoran, hari pertama UN di Jatim aman

Diguncang isu kunci bocoran, hari pertama UN di Jatim aman Ujian Nasional. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Maraknya isu peredaran kunci jawaban ujian nasional (UN) untuk sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat, di hari pertama ujian nasional, Gubernur Soekarwo, Kapolda Irjen Pol Unggung Cahyono, Wakil Menteri Pendidikan Musliar Kasim dan beberapa perwakilan perguruan tinggi menggelar inspeksi mendadak (sidak) di beberapa sekolah di Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/4). Hasilnya, aman.

Diakui Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Harun, pekan lalu, muncul isu bocoran kunci jawaban UN di Kota Surabaya. Kunci jawaban dijual Rp 200 ribu per paket. Bocoran soal kunci jawaban UN yang selama ini ramai dipergunjingkan itu, kata Harun, ternyata hanya isu. Oleh sebab itu semua pihak diharapkan tidak percaya dengan isu tersebut.

"Saat sidak tadi, Bapak Gubernur dan Bapak Kapolda serta Pak Wamen (Musliar Kasim) juga sempat ikut memantau, hasilnya saya pastikan tidak ada kebocoran jawaban atau pun soal," ujar Harun usai sidak.

Harun juga menjelaskan, dari hasil sidak di hari pertama UN dilakukan bersama jajaran di SMA Negeri 10 Surabaya, MAN Surabaya, SMA dr Soetomo, dan SMK Negeri 8 Surabaya, semuanya berjalan lancar. "Tidak ada kekurangan naskah atau jawaban seperti tahun lalu, ataupun yang tertukar," ujar Harun.

Bahkan menurut Harun, Jawa Timur paling siap menggelar UN dibanding provinsi lain. "Pak Wamen tadi juga mengatakan, Jatim paling siap meskipun diterpa isu-isu tidak sedap. Saat ditinjau Kapolda Jatim di sekolah-sekolah tersebut, secara keamanan sudah memenuhi standar," ujar Harun.

Sementara itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Unggung Cahyono juga memastikan pelaksanaan UN di provinsi paling timur Pulau Jawa ini berjalan aman. Terlebih, pengamanan dilakukan cukup ketat. "Ada sekitar 1.933 SMA dan sekolah sederajat di Jatim ini. Dan masing-masing sekolah dijaga dua anggota polisi," terang Unggung.

Sementara untuk menjamin keamanan, setiap naskah UN yang didistribusikan ke sekolah-sekolah, dilengkapi tiga kunci pengaman yang dipegang polisi, Dinas Pendidikan dan pengawas independen.

Sementara tentang adanya peredaran jawaban UN lewat SMS dan BBM, Unggung mengatakan, pihaknya akan melacak pelakunya. "Kita akan lacak itu, meski sampai sekarang belum ada laporan resmi ke polisi," pungkas Unggung.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP