Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diduga vaksin palsu sudah banyak beredar di sejumlah daerah

Diduga vaksin palsu sudah banyak beredar di sejumlah daerah vaksin palsu untuk bayi. ©2016 Merdeka.com/ronald

Merdeka.com - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru menemukan dugaan peredaran vaksin palsu untuk bayi di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, seperti juga beredar di beberapa daerah di Indonesia saat ini.

"Benar, sekarang kita masih koordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait temuan itu," kata Kepala BBPOM Pekanbaru, Indra Ginting kepada Antara di Pekanbaru, Senin.

Namun Indra, belum bisa menjelaskan seberapa banyak temuan itu dan dari mana vaksin palsu yang meresahkan itu ditemukan. Dia mengatakan masih terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan terkait temuan tersebut.

Sementara itu, di tempat terpisah Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Andra Sjafril membenarkan mendapat informasi terkait temuan peredaran vaksin palsu oleh BBPOM Pekanbaru.

"Informasi tidak resmi sudah saya terima terkait temuan itu. Koordinasi sudah dilakukan, namun, terkait temuan itu BBPOM lebih berhak memberikan penjelasan," jelasnya.

Terkait temuan adanya peredaran vaksin palsu di wilayah Riau, Andra mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu terlalu khawatir dengan temuan ini. Karena vaksin palsu itu beredar pada distributor yang tidak resmi.

"Jika mendapatkan imunisasi di Posyandu, Puskesmas, dan Rumah Sakit Pemerintah, atau vaksin disediakan oleh Pemerintah yang didapatkan langsung dari produsen dan distributor resmi, maka vaksin dijamin asli, manfaat dan keamanannya," paparnya, seperti dikutip dari Antara.

Kemudian, dia juga menjelaskan seluruh vaksin yang diberikan melalui program pemerintah maka dapat dijamin keaslian dan manfaat serta keamanannya.

Sebelumnya, polisi membongkar praktik pemalsuan vaksin yang dijual ke sejumlah rumah sakit dari sebuah pabrik di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.

Pabrik vaksin palsu ini membuat vaksin campak, polio, hepatitis B, tetanus, dan BCG.

Di lokasi pabrik ditemukan tempat yang tidak steril dan penuh dengan obat berbahaya lainnya.

Polisi juga menemukan alat pembuat vaksin, mulai dari botol ampul, bahan-bahan berupa larutan yang dibuat tersangka dan labelnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP