Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diduga setelah aborsi PRT di Bali gantung diri

Diduga setelah aborsi PRT di Bali gantung diri

Merdeka.com - Kematian Ni Kadek Sri Lestari (17) seorang pembantu di Jalan Tukad Yeh Aya VI Nomor 2 Panjer Denpasar, sedikit terkuak. Diduga korban usai melakukan aborsi kemudian bunuh diri dengan cara gantung diri.

"Dari hasil otopsi, ditemukan ada luka pada liang rahim. Dan itu terjadi sekitar satu sampai lima hari sebelum kematian korban," kata Kapolsek Densel, Kompol Nanang Pri Hasmoko, Senin (26/1) di Denpasar selatan, Bali.

Kata Kapolsek, ada banyak kejanggalan soal korban gantung diri. "Kita masih ungkap kasus ini, masih banyak yang kita dalami," ujarnya menegaskan.

Pun demikian, dia membenarkan bila pembantu dari majikannya Ni Nyoman Harwati (51), ini saat gantung diri sudah melakukan aborsi dan saat ini penyidikan soal siapa pelaku dari laki-laki yang menghamili pembantu yang masih gadis ini.

"Majikan laki dan perempuan sudah kita periksa, belum kita temukan ada yang mengarah ke tindakan kriminal," terang Nanang.

Kejanggalan korban dari hasil otopsi, tidak keluarnya dubur, tidak menjulurkan lidah saat diturunkan dari tempat korban tergantung di kusen pintu garasi.

Fakta lain kejanggalan dengan ditemukannya luka memar pada gusi atas korban. Pun pihaknya tidak berani memastikan korban digantung atau digantung.

Untuk diketahui, seperti diberitakan sebelumnya di merdeka.com, korban yang asal Bangli ini baru setahun bekerja sebagai PRT ditemukan tewas gantung diri mengenakan celana pendek jins warna biru, baju kaos putih.

Hal ini terjadi bersamaan dengan kejadian Mantan Ketua DPRD Kota Denpasar yang juga tewas gantung diri, pada 4 Januari 2015 lalu.

(mdk/mtf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP