Diduga masalah ekonomi, Yanto nekat gantung diri
Merdeka.com - Yanto, pria kelahiran 1974, nekat mengakhiri hidup di kediamannya bilangan Banjar Wijaya, Kecamatan Pina, Kota Tangerang, Selasa malam kemarin. Diduga dia nekat mengakhiri hidupnya karena motif ekonomi.
Menurut Kapolsek Cipondoh, Kompol Bayu Suseno, menyebut dugaan itu berdasarkan keterangan dari sejumlah keluarga korban. "Bunuh diri karena permasalahan keluarga, sering ribut masalah ekonomi dengan istrinya," tulis Bayu dalam laporannya kepada Polres Metro Tangerang Kota.
Aksi Yanto tersebut sudah tercium keluarga. Sebab, sekitar pukul 17.56 WIB, korban seperti memberikan sinyal untuk meninggalkan semua. Itu dikirim melalui Whatsapp ke grup keluarga berisi: NITIP ANAK DAN ISTRI OGUT. Namun, saat itu hanya Yuyun kakak kandung korban melihat komentar Yanto itu sebagai sesuatu ganjil.
Sebab, menurut Yuyun bahasa yang korban kirim ke Whatsapp grup tidak seperti biasanya, terlihat serius sekali. Kakak korban lalu datang ke rumah korban. Di sana, korban sudah terlihat tengah tergantung di atas dapur rumahnya, dan sudah meninggal dunia.
"Tali yang digunakan kabel listrik warna putih. Tali diikatkan besi fentilasi dilantai dua tangga alumunium, tempat ditemukan korban," tuturnya.
Tak lama kemudian petugas dari Polsek Cipondoh dengan segera meluncur ke lokasi dan melakukan penanganan perkara tersebut. (mdk/ang)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya