Diduga keracunan tikus, Komodo di KBS ditemukan mati
Merdeka.com - Diduga keracunan makanan, seekor Komodo jantan berusia empat tahun, koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) di Jawa Timur, ditemukan mati di kandangnya, Senin (2/6). Kematian hewan bernama latin Veranus Komodoensis, kali pertama ditemukan petugas KBS.
Menurut Direktur Operasional KBS, dr Liang Kaspe yang dikonfirmasi terkait kematian hewan di KBS untuk kesekian kali itu, kematian Komodo jantan itu, tidak ada penyebab lain selain karena keracunan makanan.
"Kita memang belum mengetahui secara pasti penyebab kematiannya. Namun, jika penyebabnya adalah keracunan, kemungkinan hanya 5 persen saja. Tidak ada penyebab lain selain kemungkinan keracunan itu. Keracunan itu bisa saja terjadi akibat memakan tikus yang diracun warga dan masuk ke kandang Komodo di KBS," terang Liang Kaspe.
Kali pertama, lanjut dia, kematian hewan mamalia ini diketahui seorang penjaga sekitar pukul 08.00 WIB tadi saat baru datang bekerja. Dan mengetahui kejadian itu, petugas tersebut langsung melaporkannya ke pihak manajemen KBS.
"Dari hasil pemeriksaan sementara, organ tubuhnya semuanya dalam kondisi normal termasuk hati, ginjal dan sebagainya. Namun ada kelainan pada saluran pernapasan. Komodo merupakan hewan yang sangat kuat. Jadi kalau racun, itu bisa saja terjadi," katanya menduga-duga.
Dan saat ini, untuk mengetahui penyebab kematian Komodo berusia empat tahun itu, pihak KBS masih melakukan proses autopsi di ruang karantina. Beberapa organ tubuh Komodo tersebut diambil untuk dilakukan uji laboratorium.
"Untuk mengetahui penyebab pastinya, makanya seluruh organ tubuhnya kita ambil dan akan kita kirim ke kedokteran hewan di Unair (Universitas Airlangga) Surabaya, untuk mengetahui penyebabnya," pungkasnya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya