Diduga imigran gelap, 24 warga Iran diamankan di Solo
Merdeka.com - Sebanyak 24 warga Negara Iran yang diduga sebagai imigran gelap terjaring petugas keimigrasian saat menginap di sebuah hotel di Solo, Jateng.
Saat ini mereka diamankan di Kantor Imigrasi Kelas I Solo. Ke-24 imigran ini terdiri dari delapan anak-anak dan 16 orang usia dewasa. Sampai saat ini masih diamankan di ruang Detensi Kantor Imigrasi Solo.
Saat diamankan imigran itu didapati petugas sedang menginap di Hotel Istana Hapsari Sukoharjo, Solo. Bersama Polres Sukoharjo, mereka ditangkap Jumat (1/6) dinihari dan langsung digiring ke Kantor Imigrasi Solo siang hari sekitar pukul 11.30 WIB.
Puluhan imigran itu masuk ke Indonesia pada bulan Februari 2012 dengan menggunakan "Visa On Arrival" (VOA), visa kunjungan saat Kedatangan diberikan kepada Warga Negara Asing yang bermaksud mengadakan kunjungan ke Indonesia resmi.
"Visa yang mereka kantongi sudah habis masa kunjungannya pada bulan Maret 2012 lalu. Maka mereka mau tidak mau harus dikirim kembali ke negaranya," ungkap Plt Kasi Pengawasan dan Penindakan Kemigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Solo Muria Andi Sabtu (2/6).
Muria Andi menjelaskan alasan para imigran berkunjung ke Indonesia tersebut akan mencari suaka ke Australia. Mereka tujuannya ke negara Australia dengan melalui di Trenggalek Jawa Timur lewat jalan laut.
Untuk sementara puluhan imigran asal Iran itu ditempatkan di Kantor Imigrasi Surakarta dan mereka akan diserahkan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).
Muria Andi menambahkan ke-24 imigran ini akan dikirim ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) di Semarang. Namun rencana itu dibatalkan karena Rudenim Semarang dalam kondisi penuh.
"Saat ini mereka masih kami tampung untuk sementara di ruang Detensi Kantor Imigrasi Surakarta sini. Kami juga masih menunggu petunjuk dari Direktorat Keimigrasian, untuk langkah selanjutnya terkait imigran asal Iran ini," pungkasnya. (mdk/war)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya