Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diduga hendak tawuran, dua pelajar menangis di kantor polisi

Diduga hendak tawuran, dua pelajar menangis di kantor polisi Ilustrasi Tawuran Pelajar. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Dua pelajar SMP di Kota Bekasi, Jawa Barat, menangis ketika diamankan oleh Tim Patriot Polres Metro Bekasi Kota ketika diamankan dari lokasi tawuran pelajar di Jalan Raya Caman, Kecamatan Pondok Gede, Selasa (28/11). Kedua orangtua mereka pun histeris ketika menjemputnya di kantor polisi.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan, kedua pelajar berisial SP dan NS tersebut ditangkap petugas ketika berusaha kabur setelah aparat kepolisian datang untuk membubarkan aksi tawuran.

"Di lokasi, petugas menemukan senjata tajam jenis mirip seperti gergaji," kata Erna, Selasa (28/11).

Erna mengatakan, hasil penyelidikan sementara senjata tajam tersebut bukan milik keduanya. Karena itu, setelah dilakukan pembinaan, keduanya dilepaskan setelah membuat surat pernyataan di hadapan polisi dan orang tuanya, serta perwakilan sekolah.

NS sendiri membantah terlibat tawuran dengan sekelompok pelajar di Jalan Raya Caman. Pelajar dari salah satu SMP Negeri di Kota Bekasi ini mengaku sedang mengambil makalah tugas sekolah, dan kebetulan ada gerombolan pelajar.

"Saya tidak kenal dengan mereka pak, saya tidak ikut-ikutan," katanya sambil menangis ketika diinterogasi polisi di Mapolres Metro Bekasi Kota.

Orangtua NS yang menjemput geram dengan anaknya yang tertangkap polisi diduga terlibat tawuran. Bahkan, sambil memarahi anaknya, kedua orangtua pelajar tersebut turut menangis atas kelakuan anaknya.

"Mereka pamit ke saya belajar mengaji, makanya bawa Alquran. Kok malah tertangkap mau tawuran," kata salah satu orangtua dari pelajar tersebut.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP