Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diduga dianiaya senior, mahasiswa UMI meninggal usai 3 hari kritis

Diduga dianiaya senior, mahasiswa UMI meninggal usai 3 hari kritis Ilustrasi Mayat. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Merdeka.com - Sempat kritis dan dirawat di ruang ICU RS Wahiddin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Rezky Eviena Syamsul (22) meninggal dunia, Selasa (7/6). Rezky diduga dianiaya senior saat mengikuti kegiatan kampus.

Rezky mengembuskan napas terakhir di ruang ICU Bedah RS Wahidin sekitar pukul 06.00 Wita. Mahasiswa asal Mamuju Sulawesi Barat itu meninggal setelah dirawat dan tidak sadarkan diri selama tiga hari.

Dekan Fakuktas Kedokteran UMI, Prof dr H Syarifuddin Wahid menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya almarhum.

"Saya juga hari ini akan turut mengantar jenazah, Resky Eviena Syamsul ke rumah orangtua Rezky di Mamuju," ujar Syarifuddin. Demikian tulis Antara.

Sementara terkait penyebab kematian dari salah satu mahasiswanya itu, pihaknya mengaku masih akan melihat hasil identifikasi.

Rezky sebelumnya mengalami kritis usai mengikuti pengkaderan study club (SC) Fakultas Kedokteran UMI, di Pegunungan Tombolo, Kecamatan Malino, Kabupaten Gowa, Jumat (3/6) malam. Bahkan muncul dugaan jika almarhum mengalami penganiayaan oleh seniornya saat kegiatan itu.

Namun, pihak kampus mengaku belum bisa memastikan penyebab kematian dan masih akan melihat perkembangan dalam satu dua hari kedepan.

Terkait adanya kejanggalan kematian Rezky, pihak keluarga almarhum akhirnya melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib, dirinya juga mengaku menghargai dan pihaknya juga siap mengikuti proses hukum yang berlaku.

Wakil Dekan I FK UMI, Nasrudin, menapik bahwa kegiatan pengkaderan yang dilakukan kampus sudah sesuai prosedur.

Sejak beberapa tahun terakhir pihak kampus telah melakukan pengetatan kegiatan, khususnya kegiatan yang dilakukan di luar kota.

Nasrudin juga menegaskan lebih selektif memperhatikan kegiatan apa dan siapa yang akan bertanggung jawab dalam kegiatan tersebut.

"Kami telah melakukan berbagai langkah-langkah sesuai prosedur. Kita juga sudah melakukan persiapan di dalam kampus, semuanya sudah dijadwalkan pihak panitia. Ini tentu menjadi pelajaran berharga dan mudah-mudahan bisa menjadi pengalaman terakhir," tutupnya. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP