Diduga akan tawuran, 2 pelajar di Bogor tewas tertabrak KRL
Merdeka.com - E (15) dan MAAP, dua siswa Tri Dharma 4 kelas X tewas tertabrak kereta rangkaian listrik (KRL) Bogor-Jakarta, Rabu (15/9). Korban awalnya berkumpul bersama temannya di sekitaran rel, diduga akan tawuran. Saat dibubarkan warga, para pelajar ini berhamburan ada yang ke arah rel termasuk kedua korban.
"Korban (E) tidak mengetahui ada kereta yang akan melintas dan tidak mendengar bunyi sirine penutupan palang pintu kereta akan tutup seketika," kata anggota BPBD Kota Bogor, Djaya Thoha. Dikutip dari Antara.
Djaya mengatakan, korban memiliki kartu identitas dengan alamat tinggal di Pasir Maung Cijayanti RT 05 RW 05 Kelurahan Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
Kronologis peristiwa terjadi sekitar pukul 18.10 WIB, menurut keterangan sejumlah saksi mata, korban sedang nongkrong di sekitar perlintasan, diduga akan tawuran di seputar Jalan Dadali.
Tetapi, salah satu pengendara motor yang membubarkan rombongan pelajar tersebut, lalu korban panik berhamburan lari kearah rel dengan teman-temanya.
Korban tersambar kereta pada bagian muka dan kepala bagian belakang robek menganga.
"Korban tertabrak kereta di pintu Kereta Api RT 02 RW 03 Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal," katanya.
Djaya menyebutkan, setelah korban tersambar kereta api tidak ada satu pun teman korban yang terlihat. Mereka lari meninggalkan korban yang tewas disambar kereta api.
"Saat ini kejadian sudah dilaporkan ke pihak melalui kepala sekolah, Azis Tapiyudin," katanya.
Kepala sekolah langsung turun ke lokasi dan sekitar pukul 19.45 WIB ditangani oleh pihak SPK Polres Bogor Kota. Sekitar pukul 19.50 WIB, jenazah kedua berinisial MAAP ditemukan.
Korban kedua Sekolah Tri Dharma 4 XI Jurusan Akuntansi Alamat Korban di Gang Lurah RT 01 RW 01 Kelurahan Kebon Pedes Kecamatan Tanah Sareal tidak jauh dari lokasi yang pertama tersambar berjarak kurang lebih 30 meter.
"Korban kedua berjenis kelamin laki-laki, diduga masih teman dari korban yang pertama," katanya.
Korban kedua tidak memiliki identitas diri. Ketika dicek, korban menggunakan celana sekolah abu-abu dan memakai sepatu.
Kecelakaan yang dialami korban kedua cukup parah, di lokasi kepala dan tangan terpisah badan hancur.
"Sekitar pukul 20.30 WIB korban langsung di bawa ke RS. Bhayangkara," katanya. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya