Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dicurhati warga raskin berkutu, Ganjar bakal temui Presiden Jokowi

Dicurhati warga raskin berkutu, Ganjar bakal temui Presiden Jokowi Ganjar Pranowo di Sukoharjo. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berjanji akan menemui Presiden Joko Widodo terkait buruknya kualitas beras miskin (raskin) yang diterima warga. Raskin tersebut tidak layak konsumsi serta mengandung banyak kutu. Kondisi ini kemudian memaksa warga untuk menjual kembali jatah raskin yang didapat dari pemerintah.

Saat bertemu Jokowi, Ganjar akan meminta kepada Jokowi agar standar raskin yang buruk hingga berkutu untuk dinaikkan menjadi sekelas beras medium.

"Dari dialog (kemarin) itu terkonfirmasi bahwa raskin yang sekarang diubah namanya jadi rastra atau beras sejahtera itu kualitasnya tetap buruk dan malah jadi beras piknik, muter saja tidak dikonsumsi," ucap Ganjar kepada merdeka.com, Minggu (25/9).

Para penerima raskin menurut Ganjar tidak mau mengonsumsi-nya. Mereka malah menjualnya lagi dengan untung yang lumayan. "Ini malah jadi tidak benar. Raskin seperti mengajari rakyat untuk berbuat tidak benar. Menjadikan mental masyarakat buruk," ungkapnya.

Jika kualitas beras tidak dinaikkan atau tidak ada upaya mengubah pengelolaan dan penyaluran raskin, sampai kapanpun menurut Ganjar tidak akan berubah. "Raskin minimum harus medium, kalau bisa lebih tinggi. Kualitasnya baik, bisa dimakan, penerima manfaat benar-benar memanfaatkan. Saya akan usulkan ke presiden," jelasnya.

Dialog soal raskin terjadi Pada Peringatan Hari Tani Nasional di Balai Desa Pandean, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Ketika sambutan acara, Ganjar mengajak ke depan beberapa petani.

Salah satu petani bernama Haryanti asal Girimarto, Kabupaten Wonogiri mengaku dalam setahun hanya mendapat raskin kualitas baik dua kali. "Lebih banyak yang jelek, banyak kutunya," kata dia dengan bahasa Jawa kental.

Ketika mendapat beras buruk dan berkutu, Haryanti yang hanya buruh tani itu tidak mau memasak. Dia lebih baik membawa berasnya ke kelompok tani di desanya. "Saya bawa ke Gapoktan dan saya jual pak," katanya.

Haryanti mengaku dapat jatah raskin 15 kilogram yang ditebus dengan Rp 25 ribu. Namun karena pendataan warga miskin juga buruk, tidak semua yang seharusnya berhak, mendapat jatah. Haryanti pun membagi jatahnya dengan tiga tetangganya.

"Kami urunan, biasanya saya kasih Rp 10 ribu, sisanya dibagi tetangga," katanya.

Beras bagiannya yang buruk itu dia bawa ke Gabungan Kelompok Tani. Dia menghitung beras yang dia beli dengan modal Rp 10 ribu ternyata dibeli Gapoktan dengan harga Rp 29 ribu. "Jadi untung Rp 19 ribu, yang biasa menjualkan kita kasih lima ratus," ungkapnya.

Dialog sambil berdiri itu berlangsung santai. Berulang kali jawaban Haryanti membuat Ganjar geli. Warga yang menonton juga berulang kali terpancing tawa terpingkal dengan gaya curhatan Haryanti kepada orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP