Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diculik, Yohanes ditemukan tewas dengan luka bacok di kepala

Diculik, Yohanes ditemukan tewas dengan luka bacok di kepala Jasad Yohanes. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang pria tewas akibat luka senjata tajam di bagian kepala dan punggung. Yohanes Latuputi (41), warga Warakas 3 Gang 8 Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelumnya diculik oleh sekelompok orang tak dikenal di Jalan Enim, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu dini hari (6/2) lalu. ‎

Kejadian ini bermula ketika korban dan dua rekannya, Abraham Parera (45), dan Yaman (33) sedang makan di sebuah warung di pinggir‎ jalan, Sabtu (5/2) dini hari lalu. Tiba-tiba datang belasan orang yang mengendarai sepeda motor dan langsung menodong Abraham dengan senjata api.

"Kami makan bertiga. Belasan orang berbadan tegap datang dan menghampiri kami. Saya lalu ditodong senjata api oleh salah satu dari mereka, sementara sebagian orang lain membawa Yohanes. Saya tidak berani melawan karena ditodong pistol," ujar Abraham saat ditemui di kamar jenazah RSUD Koja. ‎

Selain kalah jumlah, Abraham mengaku tidak berani memberikan perlawanan karena pelaku memegang senjata api. Abraham sendiri mengaku tidak mengetahui ke mana Yohanes dibawa oleh para pelaku.

Pria asal Indonesia Timur ini baru mengetahui keberadaan korban saat bermaksud membuat laporan ke kantor Polsek Tanjung Priok.

Setiba di kantor polisi, Abraham secara tak sengaja menemukan Yohanes dalam keadaan kritis di lantai dua dengan kondisi luka senjata tajam di bagian kepala dan punggung. ‎

"Saya datang ke kantor polsek karena mau membuat laporan teman saya diculik. Ternyata di sana saya menemukan korban dalam keadaan kritis. Saya juga tidak tahu siapa yang membawa korban ke kantor polisi," ungkap Abraham.‎‎

Oleh Abraham dan anggota keluarga yang datang menyusul ke kantor Polsek Tanjung Priok, korban kemudian dibawa ke RSUD Koja, Jakarta Utara untuk mendapatkan perawatan. Namun setelah tiga hari dirawat, pria yang sehari-hari bekerja sebagai debt collector itu mengembuskan napas terakhir, Selasa (9/2) sore.

Keluarga korban yang menemukan korban meninggal tidak wajar kemudian membawa jasad Yohanes ke RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur untuk diautopsi. Pihak keluarga mendesak kepolisian segera mengungkap kasus ini dan menangkap para pelakunya.

Kapolsek Tanjung Priok Kompol TP Simangunsong yang ditemui para awak media mengaku masih menyelidiki kasus penculikan dan kematian korban.

"Kami masih menyelidiki dan telah memintai keterangan beberapa saksi. Kasus ini sudah kami limpahkan ke Polres Metro Jakarta Utara," ujar TP Simangunsong.‎

(mdk/ren)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP