Dibutuhkan Pendonor Plasma Darah Konvalesen untuk Pasien Covid-19 di Kota Bandung
Merdeka.com - Pasokan plasma konvalesen masih minim di Kota Bandung. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung kesulitan mencari pendonor. Ditambah terbatasnya sumber daya manusia (SDM) dan alat apheresis yang digunakan untuk transfusi plasma.
Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Bandung, Uke Muktimanah mengakui, meski ada pertumbuhan jumlah labu yang terdistribusi, tapi tak sebanding dengan tingkat kebutuhan plasma konvalesen.
Dari data yang diterima, pada pekan ini, per 3 Februari lalu, PMI Kota Bandung disebut sudah mendistribusikan sekitar 500 labu. Bertambah 160 labu, dari jumlah sebelumnya, pada 21 Januari 2021. Saat itu, PMI Kota Bandung sudah mendistribusikan sekitar 340 labu.
"Saya ke staf pengennya ditarget memenuhi 75 persen (dari kebutuhan), tapi kenyataannya tidak bisa karena alatnya juga cuma ada tiga, terus SDM kita juga sedikit," katanya kepada Liputan6.com, Rabu (3/2).
Uke mengaku, masih ada sekitar 69 pasien Covid-19 yang terpaksa harus antre plasma konvalesen untuk mendapat giliran labu.
"Sudah dalam seminggu ini sekitar segitu (69 pasien yang antre), kami terkesan tidak memberi labu, padahal yang antrenya yang terus tambah," katanya.
Reporter: Dikdik RipaldiSumber: Liputan6.com
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya