Dibilang Ahok memeras, warga Pegangsaan tersinggung
Merdeka.com - 10 Warga yang bermukim di belakang Cikini Gold Center (CGC), tepatnya Jalan Pengangsaan, Menteng ditahan dengan alasan melakukan pengerusakan pada pagar beton di Cikini Gold Center. Pihak keluarga mereka sudah melaporkan kasus ini pihak Pemprov DKI, namun Wakil Gubernur Ahok malah menuduh kasus itu beraroma pemerasan.
"Dilaporkan polisi tidak berguna dan tidak tuntas kalau dari dulu tuntas, tidak akan terjadi tapi Gubernur DKI (Jokowi) diam bungkam enggak ngapa-ngapain," kata Johanes dari Lembaga Bantuan Hukum Jakarta mewakili para warga di Komnas Ham, Jakarta, Kamis (1/8).
"Ahok juga malah berkilah ini bukan masalah penggeseran Ahok bilang enggak bisa menyelesaikan masalah ini. Katanya ini masalah pemerasan," lanjutnya.
Johanes mengaku pernyataan Ahok itu membuat warga tersinggung, keluarga meminta Ahok menengahi pihak yang bersengketa. "Itu sembarangan, silakan panggil kami dan PD Pasar Jaya pertemukan, kita mendesak Ahok mempertemukan. Dia kan berpihak pada sisi dia," tutupnya.
Perselisihan antara warga dan pengembang PT Magna tera dan pemilik Cikini Gold Center yaitu PD Pasar Jaya dimulai sejak tahun 2008.
Waktu itu akses jalan sebesar 4,8 m ingin dibangun pagar pembatas. Kemudian dicapai kesepakatan warga memperbolehkan 1-2 meter digunakan untuk pagar. Namun pada kenyataannya jalan yang telah dibeli oleh pihak pengembang ini digunakan lebih dari setengah jalan.
Sehingga akses jalan warga terganggu dan jika terjadi kebakaran mobil pemadam akan sulit masuk. Berkali-kali warga menuntut dibongkarnya pagar karena tidak sesuai kesepakatan namun pihak PD Pasar jaya tetap tidak bergeming. Puncak perselisihan ini ditahannya 10 warga dengan tuduhan pengerusakan dan provokator. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya