Dibanding SMA, Lulusan SMK di Sumsel Lebih Banyak Jadi Pengangguran
Merdeka.com - Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Sumatera Selatan lebih banyak jadi pengangguran ketimbang lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Sedangkan secara umum, tingkat pengangguran di provinsi itu terbilang terjadi penurunan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2018, jumlah pengangguran di Sumsel sebanyak 109.000 orang (4,02 persen). Jumlah ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya di angka 181.000 orang (4,39 persen).
Dari jumlah itu, lulusan SMK menjadi penyumbang pengangguran paling besar yakni 9,21 persen. Sementara lulusan SMA di angka 7,66 persen, dan perguruan tinggi 4,33 persen.
Hal itu dibenarkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel, Ekowati Retnaningsih, Kamis (29/11). Menurut dia, data itu berdasarkan BPS Sumsel periode Februari 2018.
"Lulusan SMK di Sumsel banyak yang menganggur dibanding lulusan lain, seperti SMA maupun sarjana," ungkap Ekowati.
Dia menilai, lulusan SMK banyak jadi pengangguran lantaran tak berimbangnya kesempatan kerja bagi pencari kerja terdidik. Alhasil, cenderung terjadi persaingan dalam kesempatan memburu pekerjaan.
"Faktor lain juga bisa disebabkan karena keterampilan tak sesuai dengan permintaan pasar," ujarnya.
Dia menambahkan, secara umum angka pengangguran di Sumsel terjadi penurunan signifikan. Secara rata-rata, penyumbang pengangguran tertinggi berada di Palembang sebesar 7,21 persen, Prabumulih (6,99 persen), Ogan Komering Ulu (4,61 persen), Lubuklinggau (4,55 persen), dan Muara Enim (4,27 persen).
"Tahun ini angka pengangguran turun dibandingkan tahun lalu. Ke depan, kita genjot agar semakin berkurang dengan berbagai program yang digulirkan dan terbukanya lapangan kerja," katanya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya