Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dibajak di tengah laut, ABK kapal tunda dirampok & dikalungi pisau

Dibajak di tengah laut, ABK kapal tunda dirampok & dikalungi pisau kapal selam india. ©2015 REUTERS/Shailesh Andrade

Merdeka.com - Kasus pembajakan tak hanya terjadi di perairan Filipina, laut sekitar Pulau Jawa ternyata juga rawan terhadap aksi perampokan terhadap kapal-kapal yang sedang berlayar. Salah satunya menimpa kapal tunda KM Niaga Mas 1.

Seorang anak buah kapal (ABK) KM Niaga Mas 1 mengaku dirampok di tengah laut bebas, tepatnya di Teluk Lamong, yang merupakan perbatasan antara Surabaya dengan Gresik, Jawa Timur, Minggu (24/4).

ABK yang diketahui bernama Warman, lehernya dikalungi dengan pisau sepanjang 25 centimeter, tangannya juga diikat di dalam kapal. Dia diancam akan dibunuh, jika melakukan perlawanan.

Sedangkan, dua temannya Kurdi dan Kuswara yang saat itu juga berada di kapal tidak mengetahui perampokan. Sebab, keduanya saat kejadian sedang tidur di kamarnya masing-masing.

Mereka baru mengetahui, setelah mendengar teriakan Warman. Setelah itu, Warman menceritakan mengenai perampokan yang menimpanya pada Kurdi dan Kuswara.

Kurdi pun menceritakan, perampokan itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu Warman sedang memasak di dapur, tiba-tiba terdengar anjing kapal menggonggong. Dia pun keluar dari dapur melihat apa yang terjadi.

Ternyata ada perahu nelayan berisikan dua orang, ingin minta tempat untuk beristirahat. Warman, sendiri tidak menaruh curiga apapun, sehingga dua nelayan tersebut dipersilakan untuk naik ke kapal.

Namun, saat naik, dua orang nelayan yang awalnya minta diambilkan air putih, tiba-tiba mengalungi leher Warman dari, diancam akan dibunuh jika melawan.

"Saat Warman diancam itu, satu orang mengeluarkan barang generator portable yang ada di kapal kita, gergaji besi dan kunci shock dipindahkan ke kapal nelayan itu," terang Kurdi, Minggu (24/4).

Setelah memindahkan semua barang curian, dua nelayan tersebut menghidupkan mesinnya dan melarikan diri. "Perahu itu arahnya ke Kamal, Bangkalan, Madura," tandas dia.

Setelah kejadian tersebut, Warman sendiri hingga petang ini masih berada di KM Niaga Mas 1, bersama Kuswara. Sedangkan Kurdi, sendiri pulang ke rumah untuk untuk menunggu informasi lanjut dari pihak PT PANN, tempat dia bekerja. Apakah akan lapor ke pihak kepolisian atau tidak.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP