Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diasuh banyak Ibu, Gus Ipul semakin matang menjadi pemimpin

Diasuh banyak Ibu, Gus Ipul semakin matang menjadi pemimpin Gus Ipul disambut meriah ribuan buruh rokok Grendel. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Memiliki banyak ibu menjadikan matang dalam pemikiran, karena banyak karakter yang bisa dipelajari. Fakta itu yang terjadi pada sosok Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, dengan memiliki enam ibu, ia menjadi sosok pemimpin yang matang dalam menghadapi masalah.

"Ibu saya itu sepupunya Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) dari garis ibu," kata Gus Ipul panggilan Saifullah Yusuf.

Gus Ipul mengungkapkan, banyak cerita dalam kehidupan selama ini, hingga membuatnya menjadi sosok pemimpin. Calon Gubernur nomor urut dua ini mengaku, dalam kehidupannya penuh dengan warna, ada enam ibu yang membimbingnya hingga memiliki kemampuan menjadi sosok pemimpin.

Mereka (ibu-ibu) Gus Ipul memiliki karakter yang berbeda dalam memberikan pendidikan, mulai sosok keibuan hingga sosok pemimpin yang memiliki karakter kuat untuk menjadi pemenang. Ada enam ibu yang membuat Gus Ipul mampu menjadi lebih baik, mereka mengajarkan budi pekerti, ngaji, hingga politisi.

Gus Ipul dilahirkan dari seorang Ibu bernama Sholichah Hasbulloh. Ibu kandung yang selalu mencintai dan mengarahkan menjadi anak yang berbakti. Ditangan Sholichah Hasbulloh inilah mental baja Gus Ipul ditempa, penuh kasih sayang dan kuat dalam menghadapi segala persoalan. Memasuki kanak-kanak, Gus Ipul sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Mambaul Maarif, dan memilih mondok di pesantren kakeknya. Cucu KH Bisri Syansuri saat mondok memilih tidur dirumah Ibunda Muhaimin Iskandar, Hj Muchassonah Iskandar.

Disini Gus Ipul mendapat tempaan secara langsung, dia diasuh Ibunda Muhaimin Iskandar. Saking dekatnya, Gus Ipul-pun dijadikan anak asuh. Proses pendidikan keagamaan terjadi disini, Gus Ipul mendapat pembelajaran ngaji untuk memperdalam kitab-kitab layaknya anak mondok lainnya.

Menginjak dewasa, Wakil Gubernur Jawa Timur ini diajak Gus Dur pergi ke Jakarta. Gus Ipul diminta untuk melanjutkan kuliah, dan di Jakarta Gus Ipul tinggal di rumah Gus Dur dan mendapat bimbingan dari istri Gus Dur, Hj Sinta Nuriyah Wahid. Disini Gus Ipul dianggap sebagai putranya sendiri, karena kebetulan Hj Sinta Nuriyah Wahid tidak memiliki anak laki-laki.

Dengan berjalannya waktu, Gus Ipul menjadi sosok pemuda yang aktif dalam berorganisasi. Bertemulah Gus Ipul dengan sosok Eros Djarot, disinilah Gus Ipul kenal dengan istri Eros, Dewi Triyadi Surianegara dan didanggap sebagai putranya. Gus Ipul mengenal Eros karena sering mengantar Gus Dur dalam acara. Bahkan pertemuan dengan Megawati Soekarno Putri juga terjadi saat mendampingi Gus Dur.

Disinlah Gus Dur memutuskan untuk menitipkan Gus Ipul dengan Megawati. Ketua Umum PDIP ini menganggap Gus Ipul layaknya putranya sendiri, hingga akhirnya Gus Ipul menjadi kader PDIP dan menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PDIP.

"Disinilah saya kenal banyak tokoh sampai akhirnya mendpaat jodoh istri saya, Fatma Saifullah Yusuf," ungkap Gus Ipul.

Proses perjodohan Gus Ipul dan Fatma juga tergolong unik, saat itu Gus Dur dan Megawati menghadiri acara pada 1995-an. Setelah acara, Gus Dur menginap dirumah mertuanya, sedangkan Megawati diantar Gus Ipul ke Hotel Fatma Jombang. Hotel tersebut milik Fatma Saifullah Yusuf yang sekarang menjadi istrinya. Ibu dari Fatma inilah yang menjadi ibu terakhir Gus Ipul. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP