Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dianiaya Marinir, 3 wartawan luka-luka

Dianiaya Marinir, 3 wartawan luka-luka TNI. merdeka.com

Merdeka.com - Aksi kekerasan anggota Marinir TNI AL membuat tiga wartawan televisi di Padang terluka. Tak hanya menganiaya, aparat arogan itu juga merampas kamera lalu merusaknya.

Tiga wartawan yang terluka adalah Budi Sunandar dari SindoTV dengan luka di telinga, Jamaldi dari Favorit TV dan Afriandi dari Metro TV mengalami luka memar. Ketiganya langsung dilarikan ke RS M Jamil, Padang.

"Paling parah Budi mengalami 12 jahitan di kuping," ujar wartawan SindoTV, Agung Sulistyo saat dihubungi merdeka.com, Selasa (29/5). Saat kejadian Agung berada di lokasi.

Peristiwa itu terjadi sore tadi ketika wartawan dari cetak dan televisi sedang meliput pembongkaran warung remang-remang di kawasan Bungus, Padang. Namun tiba-tiba saja belasan anggota Marinir TNI AL berpakaian dinas dan preman melakukan penyerangan.

"Mereka memang sudah ada di lokasi, tiba-tiba saja menyerang wartawan," katanya.

Awalnya para anggota Marinir meminta agar wartawan menyerahkan memori, dan kamera. Karena ditolak mereka bertindak arogan. Tak hanya wartawan, warga juga jadi sasaran para anggota Marinir.

"Kamera dirusak, dihancurkan," katanya.

Pembongkaran warung remang-remang dilakukan oleh Satpol PP karena warga berang warung sering dijadikan tempat prostitusi. Diduga anggota Marinir menjadi beking warung tersebut.

Saat merdeka.com mencoba meminta keterangan, Kadispen TNI AL Laksmana Untung Suropati tidak bisa dihubungi. Begitu juga dengan Kapuspen TNI Laksmana Muda Iskandar Sitompul telpon genggamnya tidak aktif.   (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP