Dianiaya Mantan Ipar, Sepasang Suami Istri di Garut Diduga Disiram Air Keras
Merdeka.com - Osin (56) dan istrinya, Erna (33) terkapar di kebun di Kampung Patrol, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut. Keduanya diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh mantan iparnya.
Kapolsek Wanaraja, Resor Garut, Kompol Liman Heryawan mengatakan, kejadian tersebut bermula saat kedua korban tengah berkebun. Kemudian mereka didatangi oleh pelaku penganiayaan.
"Korban Osin mengalami luka bacokan diduga senjata tajam di bagian kepala dan wajahnya mengalami luka bakar, diduga disiram air keras atau air aki. Sedangkan Erna mengalami luka bakar di bagian leher dan punggungnya, diduga karena siraman air keras atau air aki," katanya, Kamis (25/6).
Petani lain yang mengetahui korban terluka, langsung membawa mereka ke Puskesmas Wanaraja. Osin sendiri akhirnya harus dibawa ke RSUD dr Slamet Garut karena lukanya cukup parah. Sedangkan Erna tetap menjalani perawatan di Puskesmas.
Liman mengungkapkan, usai melakukan aksi penganiayaan, pelaku langsung melarikan diri. "Korban sendiri sempat menyebut bahwa pelakunya adalah mantan iparnya yang berinisial M," ungkapnya.
Dari keterangan sementara, dijelaskan Liman, motif M melakukan aksi penganiayaan kepada Osin dan Erna karena ada dendam pribadi persoalan keluarganya. Pelaku M, sebelum melakukan aksi penganiayaan diketahui baru datang dari Bekasi.
"M ini sudah tahu kebiasaan korban yang selalu berkebun di tempat kejadian. Jadi kemungkinan aksi penganiayaan ini sudah direncanakan oleh pelaku, sehingga saat datang ke kebun dia sudah membekali diri dengan membawa senjata tajam dan dan air keras atau air aki," jelasnya.
Dia mengaku, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap M. Ia sendiri berharap agar M menyerahkan diri untuk memertanggungjawabkan perbuatannya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya