Dialog dengan Bupati Banyumas mentok, demonstran duduki gedung DPRD
Merdeka.com - Ratusan demonstran yang tergabung dalam Aliansi Selamatkan Slamet menduduki gedung DPRD Kabupaten Banyumas, Selasa (18/7). Para demonstran menduduki ruang kerja dewan usai berdialog dengan Bupati Banyumas, Achmad Husein, yang tak ada titik temu terkait tuntutan rekomendasi pencabutan izin PLTP Baturraden oleh PT Sejahtera Alam Energi (SAE) di Gunung Slamet.
Di dalam gedung dewan, yakni di ruang rapat Paripurna DPRD Banyumas, demonstran meneriakkan yel-yel pencabutan izin PLTP Baturraden. Para demonstran bergantian orasi dan menduduki bangku-bangku baik kursi pimpinan dewan sampai anggota.
Dalam gedung, para demonstran memfungsikan ruang Paripurna untuk menggelar sidang gugatan pada PT SAE.
Sebelumnya, di pelataran gedung DPRD kabupaten Banyumas yang satu lingkungan dengan Sekretariat Daerah (Setda), Achmad Husein sempat menemui demonstran. Terkait tuntutan rekomendasi pencabutan izin PLTB oleh PT SAE, Husein mengatakan tak memiliki wewenang. Ia juga mengatakan keberadaan eksplorasi PLTP Baturraden yang dianggap merusak lingkungan perlu ada kajian.
"Saya tidak punya wewenang. ada di provinsi," kata Husein, Selasa (18/7).
Dialog antara Husein dan demonstran berlangsung kurang lebih 10 menit. Husein usai diberondong beberapa pertanyaan oleh demonstran, langsung meninggalkan para demonstran. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya