'Di negara lain moge dikawal, tetapi polisi juga tetap mengawasi'
Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR Asrul Sani mengatakan pengguna jalan raya bukan hanya motor gede (moge). Menurut Asrul, motor gede juga harus menaati lalu lintas saat mengendarai di jalan raya.
"Di negara lain itu, kebetulan saya pernah hidup di negara lain, moge juga dikawal. Tetapi polisi yang lain juga mengawasi perilaku pengendara moge itu," kata Asrul Sani kepada merdeka.com, Selasa (18/8).
Menurut dia, saat motor gede melakukan pelanggaran lalu lintas dan membahayakan pengemudi lain, maka polisi harus melakukan penindakan tegas atau penilangan surat-surat motor.
"Setelah ketentuan undang-undang tentang lalu lintas dan angkutan jalan dipenuhi. Kalau tidak begitu nanti terkesan bahwa polisi melakukan pembiaran terhadap keadaan yang melanggar undang-undang lalu lintas atau aturan lalu lintas," kata dia.
Seperti diketahui, pegiat asal Yogyakarta, Elanto Wijoyono menghadang pawai motor besar peserta Jogja Bike Rendezvous di Jalan Ring Road Utara, Perempatan Condongcatur, Yogyakarta, Sabtu (15/8) kemarin. Elanto menghadangnya dengan menggunakan sepeda.
Pengendara sepeda tersebut menghadang pengendara Moge dan polisi karena mencoba menerobos lampu merah di perempatan Condongcatur. Pawai moge karena dibiarkan polisi melanggar lampu lalu lintas.
Aksinya tersebut menjadi perhatian di media sosial setelah diunggah oleh salah seorang netizen. Aksi Elanto ini rupanya sudah direncanakan. Dia dan temannya, Andika sudah bersepakat untuk mencegat aksi Moge yang menerobos lampu lalu lintas.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya