'Di Muktamar Muhammadiyah tak ada lobi-lobi dan kubu-kubuan'
Merdeka.com - Sidang tanwir telah menghasilkan 39 nama calon ketua umum. Ke-39 nama itu akan dibawa dalam Muktamar Muhammadiyah yang akan dimulai pada Senin (3/8) besok.
Dari 39 akan dikerucutkan lagi menjadi 13 nama dalam muktamar. 13 Nama itu akan dipilih oleh 2600 pemilik suara dalam muktamar.
Sejumlah nama yang ditemui merdeka.com, Minggu (2/8) mengaku tidak melakukan persiapan atau lobi-lobi menjelang pemilihan. Sebab, dalam tradisi Muhammadiyah tidak ada lobi-lobi.
Anwar Abbas misalnya, dia menegaskan tidak membentuk tim sukses atau lobi-lobi kepada pemilih. "Tidak ada lobi-lobi atau gerilya. Apalagi kubu-kubuan. Mengalir saja. Buktinya saya di sini duduk ngobrol santai, tidak ada yang mendekati saya," kata Anwar.
Anwar adalah dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Anwar mendapatkan suara terbanyak dalam penjaringan dibanding calon lain. Dalam sidang tanwir yang diikuti oleh 204 suara, Anwar Abbas meraih 151 dukungan suara. Posisi kedua terdapat nama Abdul Mu'ti (150 suara), lalu diikuti oleh A Dahlan Rais (149 suara), Yunahar Ilyas (149 suara), dan Busyro Muqoddas (145 suara).
Meski mendapat suara terbanyak dalam sidang tanwir, Anwar menegaskan bukan garansi bisa lolos ke -13 besar. Sebab metode pemilihannya berbeda dengan sidang tanwir yang pesertanya hanya 204 suara.
"Nanti akan ada ribuan pemilih suara untuk memilih calon pimpinan sebanyak 13 orang. Dari berbagai daerah. Belum tentu kenal. Mereka hanya melihat dari profil. Jadi tidak ada politik uang dalam muktamar ini," ujarnya.
Senada dengan Anwar, calon lain yang lolos ke-39 dari Sulawesi Selatan, Muhammad Alwi Uddin menegaskan tidak ada kubu-kubuan jelang pemilihan. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel ini yakin muktamar berjalan lancar, tidak terjadi keributan antar calon.
"Di Muhammadiyah ga ada kubu-kubuan atau koalisi-koalisian," tegas dia.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya