Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di kampung ini, warganya beli beras dibayar pakai arak

Di kampung ini, warganya beli beras dibayar pakai arak Arak ditukar beras di Bali. Gede Nadi Jaya ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Jajaran Reskrim Polsek Mendoyo mengamankan puluhan liter minuman keras jenis arak Bali, Jumat (2/12). Setidaknya, 67 liter arak berhasil diamankan dari seorang pengepul yang bernama I Nengah Metra (67), warga Banjar Pangkung Lubang, Desa Pegung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.

Puluhan liter arak tersebut oleh pelaku diletakan di dalam 1 buah jerigen warna putih isi 27 liter dan 1 buah jerigen warna biru isi 40 liter. Arak-arak tersebut diletakan pelaku di dekat warungnya.

"Puluhan liter arak tersebut kami berhasil amankan berkat informasi dari warga," terang Kanit Reskrim Polsek Mendoyo Iptu Andi Yaqin, Sabtu (3/12).

Saat ini lanjut Yaqin, pelaku dan barang bukti berupa dua buah jerigen berisi 67 liter miras jenis arak telah diamankan di Mapolsek Mendoyo untuk proses lebih lanjut.

Sementara itu pelaku I Nengah Merta kepada petugas mengaku arak-arak tersebut dia dapatkan dari warga sekitar dengan cara membeli secara barter.

"Banyak tetangga-tetangga saya yang membeli beras di warung saya membayarnya pakai arak, bukan dengan uang," kilahnya.

Jika dia menolak menerima arak untuk pembayaran beras menurut Merta banyak tetangganya kelaparan, lantaran sebagian besar warga di kampungnya memproduksi arak dan arak-arak tersebut biasanya ditukarkan beras atau makanan lain di warungnya.

"Arak-arak yang terkumpul kemudian saya jual eceran kepada pembeli untuk sarana upacara," tutup pelaku yang telah sering tertangkap karena menjual arak ini.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP