Di depan Luhut, pimpinan buruh bilang 'aparat tidak perlu mengancam'
Merdeka.com - Ribuan buruh se-Jabodetabek hari ini melakukan unjuk rasa menuntut kesejahteraan pada pemerintah. Salah satu perwakilan buruh, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, diterima Menko Luhut Panjaitan.
Iqbal menegaskan, aksi ini bukan untuk menggoyang pemerintahan Joko Widodo atas kondisi melemahnya ekonomi negara yang sedang terjadi saat ini. Said meminta petugas di lapangan tidak mengancam buruh atau bersikap arogan saat buruh berdemo.
"Saya minta aparat tidak perlu mengancam. Tidak ada isu kami akan menjatuhkan atau menggoyang pemerintahan. Kami minta Pak Luhut memberi tahu aparat keamanan, untuk mengurangi ucapan menindak tegas, itu menyeramkan," ujar Said kepada Luhut, di kantor Kemenko Polhukam, Selasa (1/9).
Said mengatakan, pernyataan 'menindak tegas' buruh yang ditengarai melakukan tindakan provokasi atau kerusuhan, merupakan sikap yang sangat berlebihan. Sebab faktanya, para buruh melakukan aksi hari ini dengan damai.
"Kami akan mengakhiri aksi ini. Kalau ada solusi yang baik bagi kami, tidak ada alasan lagi untuk terus bertahan. Tapi kami minta hasil pertemuan ini tidak hanya selesai di sini saja," ujar Said menegaskan.
Diketahui, Said bersama perwakilan buruh lainnya mendatangi kantor Kemenko Polhukam, untuk berdialog dengan sejumlah lembaga kementerian yang terkait dengan ketenagakerjaan, antara lain Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, dan pimpinan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya