Di depan keluarga korban, Kapolri sebut teror Sarinah incar polisi
Merdeka.com - Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti menggelar pertemuan dengan keluarga korban tewas bom Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1) lalu. Kepada keluarga korban, Badrodin menjelaskan kronologis terjadinya bom.
Hal itu sekaligus meyakinkan pihak keluarga jika sasaran utama dalam aksi teror bom itu adalah pihak kepolisian. "Maka yang pertama diledakkan adalah kafe Starbucks yang di dalamnya ada pengunjung orang asing dan kedua diledakkan pos polisi," kata Badrodin di hadapan keluarga korban di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (22/1).
Badrodin juga mengaku menyesal tiga warga sipil dan satu warga negara asing (WNA) asal Kanada menjadi korban insiden bom mencekam tersebut.
"Pada kesempatan ini kami sangat menyesalkan kejadian ini. Dari kejadian yang lalu kita bisa lihat secara jelas target mereka petugas Polri dan orang asing atau tempat berbau asing," ucapnya.
Selain itu, Badrodin mengatakan dari rekaman CCTV terlihat jelas jika para teroris mengincar polisi. Pelaku lebih memilih menembakkan senjatanya ke arah polisi ketimbang ke arah warga sipil. Padahal, di lokasi banyak warga sipil yang sedang berkerumun.
"Kalau memang sasarannya masyarakat sipil mereka bisa menembak lebih banyak, tapi kan ini tidak. Anggota Polri yang kena tembak empat orang dan satu orang yang kena bom," pungkas dia.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya