Di balik kasus Dewie Limpo ada jeritan warga Deiyai dalam kegelapan
Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan anggota DPR Komisi VII, Dewie Yasin Limpo alias DYL di Bandara Soekarno-Hatta pada Oktober 2015 silam. Dewie kemudian ditetapkan menjadi tersangka penerima suap dugaan kasus proyek pengembangan pembangkit listrik mikrohidro di Deiyai, Papua.
Selain Dewie, KPK juga menangkap lima orang lainnya. Mereka adalah Rb, Ir, Set, Dt dan Har seorang pengusaha. Ir atau Irenius, yang menjadi tersangka dalam kasus ini sebelumnya kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Deiyai, Papua.
Di persidangan, Irenius didakwa memberi suap kepada anggota Komisi VII DPR Dewie Yasin Limpo sebesar SGD 177,700. Irenius disebut melakukan suap bersama pemilik PT Bumi Abdi Cendrawasih Setiadi Jusuf. Proyek ini diketahui tercantum dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2016.
Buat sebagai orang, Irenius tak lebih dari sekadar pejabat daerah yang coba melakukan suap ke anggota DPR untuk memuluskan sebuah proyek. Tapi tidak bagi warga Deiyai. Di mata mereka, Irenius justru memberikan banyak bantuan agar masyarakat di sana bisa hidup lebih baik. Selama bertahun-tahun masyarakat di sana hidup tanpa aliran listrik. Seperti apa peran seorang Irenius untuk warga Deiyai. (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya