Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Detik mencekam saat bekisting pierhead Tol Becakayu timpa tujuh pekerja

Detik mencekam saat bekisting pierhead Tol Becakayu timpa tujuh pekerja Polisi investigasi tiang Becakayu. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Sebanyak tujuh pekerja proyek tol Becakayu yang menjadi korban kecelakaan robohnya penyangga cetakan beton dipastikan menggunakan perlengkapan keamanan kerja yang lengkap seperti helm, rompi, dan lainnya. Namun malang tak dapat dicegah, saat terjadi kecelakaan, para korban menderita luka-luka.

Salah satu korban dengan luka di bagian wajah, Waldi saat ini masih menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Waldi tak mengalami patah tulang, tapi sebagian besar wajahnya mengalami luka dan hidungnya diperban.

Ditemui di ruang rawat inap VIP lantai tiga RS Polri, Waldi menceritakan kecelakaan terjadi setelah ia dan rekannya yang lain sedang dalam tahap akhir (finishing) pengecoran. Tiba-tiba beton penyangga roboh.

Waldi dan rekannya pada Selasa (20/2) dini hari lembur dan mulai mengecor sekitar pukul 00.00 WIB. Proses pengecoran awalnya diprediksi rampung sekitar pukul 03.30. Tapi nahas, beton penyangga roboh sekitar pukul 03.00.

"Ngecor mulai jam 12. Target jam 03.30 selesai. Itu sudah finishing tiba-tiba roboh," kata dia. Ia menambahkan biasanya pengecoran selalu tengah malam.

Ia menyampaikan perlengkapan keselamatan kerja yang digunakan selalu lengkap. Jika tidak lengkap, maka akan ditegur mandor atau pengawas proyek dan pekerjaan tak akan dimulai sebelum semua pekerja menggunakan peralatan lengkap.

Seluruh biaya perawatannya di rumah sakit ditanggung BPJS Ketenagakerjaan. Terkait upahnya sebagai buruh proyek tol itu, Waldi enggan menyampaikan. Ia berharap tak ada lagi kecelakaan kerja di berbagai proyek pembangunan.

"Harapannya ke depannya proyek berjalan sesuai dengan rencana, sesuai yang ditarget. Pembangunan bisa lancar, enggak ada insiden dan aman," harapnya.

Sebanyak tujuh pekerja proyek Tol Becakayu yang menjadi korban kecelakaan robohnya penyangga cetakan beton. Saat insiden itu terjadi, dipastikan pekerja menggunakan perlengkapan keamanan seperti helm, rompi, dan lainnya. Namun malang tak dapat dicegah, insiden tersebut membuat mereka mengalami luka-luka.

Waldi, salah satu korban dengan luka di bagian wajah masih menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Waldi tak mengalami patah tulang, tapi sebagian besar wajahnya mengalami luka dan hidungnya diperban.

Ditemui di ruang rawat inap VIP lantai tiga RS Polri, dia menceritakan kecelakaan terjadi setelah ia dan rekannya yang lain sedang dalam tahap akhir (finishing) pengecoran. Tiba-tiba beton penyangga roboh.

Waldi dan rekannya pada Selasa (20/2) dini hari lembur dan mulai mengecor sekitar pukul 00.00 WIB. Proses pengecoran awalnya diprediksi rampung sekitar pukul 03.30. Tapi nahas, beton penyangga roboh sekitar pukul 03.00 Wib.

"Ngecor mulai jam 12. Target jam 03.30 selesai. Itu sudah finishing tiba-tiba roboh," kata dia. Ia menambahkan biasanya pengecoran selalu tengah malam.

Saat kejadian, dia mengaku menggunakan perlengkapan keselamatan kerja. Jika tidak lengkap, maka akan ditegur mandor atau pengawas proyek dan pekerjaan tak akan dimulai sebelum semua pekerja menggunakan peralatan lengkap.

Seluruh biaya perawatan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan. Terkait upahnya sebagai buruh proyek tol itu, Waldi enggan menyampaikan. Ia berharap tak ada lagi kecelakaan kerja di berbagai proyek pembangunan.

"Harapannya ke depannya proyek berjalan sesuai dengan rencana, sesuai yang ditarget. Pembangunan bisa lancar, enggak ada insiden dan aman," harapnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP