Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Detik-detik menegangkan di geladak TB Charles

Detik-detik menegangkan di geladak TB Charles Ilustrasi Penyanderaan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Andi Wahyu (24) tidak mengira Jumat itu bakal mendapat pengalaman menegangkan. Dia hampir menjadi korban penyanderaan kelompok bersenjata di perairan selatan Filipina.

Salah satu anak buah kapal tugboat Charles itu lolos dari penyanderaan. Menurut Andi, saat kejadian dia sedang melakukan tugas jaga dan melihat dua perahu dari arah Pulau Jolo. Andi mengatakan, dia sempat mengira perahu itu milik nelayan. Dia tidak mengira itu adalah perompak.

"Saya melihat perahu itu menuju ke permukiman, karena di pulau itu ada permukiman. Kemudian, perahu itu mengelilingi kami, membagi dua di belakang tongkang saya," kata Andi.

Diterangkan Andi, setelah merapat ke lambung kiri dan kanan kapal, orang yang berada di atas perahu berhasil naik ke atas tugboat. Mereka langsung menodongkan senjata ke anjungan dan meminta kru kapal turun ke buritan kapal dalam sikap menyerah.

"Setelah itu mereka naik ke atas kapal. Satu orang di buritan kapal menodongkan senjata, yang lain naik ke anjungan dan ruangan-ruangan kapal, kamar-kamar officer untuk menjarah. Di anjungan, menjarah alat-alat navigasi," ungkap Andi.

Tidak cukup sampai di situ, kru kapal lantas dibawa dan dipilih. Mereka mencari masinis kapal. Mereka juga bertanya posisi dan keberadaan masinis.

"Mereka (perompak) bertanya mana masinisnya, kemudian rekan saya Edi Suryono mengangkat tangan. Tapi, sebenarnya mereka mencari KKM (Mohammad Mabrur Danri). Rekan Edi selanjutnya diikat pakai tali dan mereka bertanya kepada Edi, apakah dia masinis. Edi menjawab dia second engineering," terang Andi. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP