Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Desmond ingatkan pansel KPK, jangan pilih calon bermasalah

Desmond ingatkan pansel KPK, jangan pilih calon bermasalah Desmond Junaidi Mahesa. ©istimewa

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi III Desmond Junaidi Mahesa mengatakan panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus teliti saat memilih pendaftar. Supaya pimpinan baru KPK tak bermasalah seperti yang dialami Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.

"Pimpinan sebelumnya semua bermasalah. Terlalu ambisi main-main politik. Itu yang jadi masalah, filternya harus teliti. Abraham Samad sudah mimpi, KPK jadi batu loncatan wapres. Pansel enggak teliti. Ini yang jadi masalah," kata Desmond di Gedung KPK, Jakarta, Senin (22/6).

Menurut dia, pihaknya tak mempermasalahkan pendaftar calon pimpinan KPK dari kalangan Purnawirawan TNI dan Polri, namun Pansel KPK harus teliti.

"Tinggal tiga hari lagi selesai. Masalahnya, seringnya pansel dan DPR kurang teliti," ujarnya.

Seperti diketahui, Juru bicara Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Betti Alisjahbana menyatakan saat pendaftar calon pimpinan KPK sebanyak 139 orang. Mereka berasal dari beberapa kalangan.

"Dari Polri (termasuk purnawirawan) ada lima, dari TNI ada satu. Profesi terbanyak Advokat (32), PNS (26) dan Dosen (16). 55 persen berpendidikan S2 atau S3," kata Betti, Rabu (17/6) kemarin.

Delapan orang di antara para Capim KPK merupakan perempuan yang berprofesi aktivis-wiraswasta, Head of Legal, Advokat, Auditor. "Usia terbanyak dari 139 orang ini adalah antara 45-60 tahun yaitu 76 persen," tuturnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP