Dermaga kayu berumur 20 tahun di Meranti ambruk bersama 40 warga
Merdeka.com - Jembatan Dermaga tempat turun naik penumpang kapal speed di Desa Tanjung Gadai Kecamatan Tebing Tinggi Timur Kabupaten Kepulauan Meranti mendadak roboh, Selasa (27/6). Saat itu, banyak penumpang yang sedang menunggu Kapal Speed merapat ke dermaga tersebut.
"Karena jumlah penumpang yang berada di Dermaga semakin banyak sekitar 40 orang, tiba - tiba Dermaga tersebut roboh dan warga yang berada di lokasi terjatuh ke laut," ujar Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Barliansyah.
Selain itu, sebagian penumpang mengalami luka memar karena terkena kayu dari bangunan dermaga tersebut. Melihat itu, warga yang berada di sekitar Dermaga langsung membantu dan menyelamatkan korban yang jatuh ke laut.
"Personel sudah kita turunkan di jembatan yang dibuat sekitar 20 tahun lalu itu untuk tidak digunakan lagi. Kita alihkan penumpang untuk menggunakan Dermaga di Jalan Batu Bata Desa Tanjung Gadai, yang berada sekitar 100 meter dari dermaga yang ambruk itu," kata Barliansyah.
Hingga kini, Kapolsek Tebing Tinggi bersama anak buahnya masih berada di lokasi untuk mengamankan penumpang. Adapun korban yang terjatuh di dermaga tersebut di antaranya Badrun (55) agen Tiket, warga Desa Tanjung Gadai. Siti Rohmah (51), ibu rumah tangga domisili di Desa Tanjung Gadai.
"Serta 40 warga yang berada di atas Dermaga tempat turun naik penumpang kapal speed yang terjatuh ke laut namun dapat diselamatkan," jelas Barliansyah. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya